Kamis, 8 Oktober 2026 Cari

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Reporter : Kojiro Hyu
Kamis, 8 Oktober 2026 07:09
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Masyarakat juga dapat melihat karya-karya tersebut dalam MR.D.I.Y. Art Exhibition yang berlangsung pada 7–21 Oktober 2026 di MR.D.I.Y. Store, Lotte Mall Jakarta.

Dua seniman Indonesia berhasil meraih Grand Prize dalam MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026 yang mempertemukan seniman dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Keduanya adalah Veronica Liana melalui karya Rupa Tan Matra #3 untuk kategori Umum dan Muhammad Ragib Noer Khasyi dengan karya Yang Tersisa Sepulang Kerja (1) untuk kategori Pelajar & Mahasiswa.

Memasuki tahun kedua penyelenggaraannya, MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026 mengangkat tema Strength & Resilience. Kompetisi yang tahun ini berlangsung di Indonesia tersebut diikuti hampir 2.500 partisipan dari tiga negara, dengan 18 karya terpilih yang kemudian bersaing di tingkat regional.

Karya tentang Pengalaman Domestik Raih Grand Prize

Mr DIY Regional Art Competition 2026

 

Veronica Liana menjadi pemenang Grand Prize kategori Umum lewat Rupa Tan Matra. Menggunakan kain dan dakron dengan teknik soft sculpting, karya tersebut mengeksplorasi perubahan praktik berkarya setelah Veronica menjadi seorang ibu.

Karya itu menghadirkan instalasi mesin jahit berbahan kanvas yang merefleksikan transformasi identitas serta kerja-kerja perawatan yang kerap tersembunyi dalam rutinitas sehari-hari.

Bagi Veronica, proses menyelesaikan karya tersebut menjadi salah satu pengalaman paling berkesan dalam kompetisi. Ia mengaku hanya memiliki waktu sekitar lima minggu untuk mengerjakan karya setelah harus menyelesaikan proyek lain.

“ Yang paling berkesan itu adalah bisa jadi pemenang. Karena waktu itu sebelum ke sini, saya harus mengerjakan proyek lain. Tapi pada akhirnya dengan sisa waktu kira-kira lima minggu, waktu yang mepet itu, saya gunakan untuk mengerjakan karya ini dan dikerjakan lembur sampai malam,” ucap Veronica Liana selaku pemilik karya Rupa Tan Matra.

Eksperimen dengan Debu Semen Bawa Ragib Jadi Juara

Mr DIY Regional Art Competition 2026

Sementara itu, Muhammad Ragib Noer Khasyi meraih Grand Prize kategori Pelajar & Mahasiswa melalui Yang Tersisa Sepulang Kerja. Karya tersebut menggunakan kertas dan sisa debu semen mentah yang terkumpul pada rompi kerja sebagai medium pewarnaan, kemudian dicetak secara manual.

Ragib menghadirkan material yang umumnya dianggap sebagai residu produksi menjadi bagian utama karya. Eksperimen tersebut merekam hubungan antara tubuh manusia dan lingkungan industri sekaligus mengajak audiens melihat kembali persoalan polusi udara di sekitar kawasan industri.

“ Proses membuat karyanya itu berkesan banget. Sebelum sampai ke sini, memang aku membuat karyanya dulu. Eksperimen dan lain-lain, memang cukup banyak waktu dan usaha yang terbuang. Sudah beberapa kali hasilnya gagal dan terus dicoba, kemudian berhasil. Ekspektasinya nggak tinggi juga untuk pengen juara dan lain-lain. Ya, coba masuk aja dulu,” ucap Muhammad Ragib Noer Khasyi selaku pemilik karya Yang Tersisa Sepulang Kerja.

Menurutnya, proses eksperimen justru menjadi bagian paling berkesan dari perjalanan karyanya. Ia sempat mengalami kegagalan beberapa kali sebelum menemukan hasil yang sesuai.

Pemenang dari Tiga Negara Bawa Perspektif Berbeda

Mr DIY Regional Art Competition 2026

Selain dua Grand Prize dari Indonesia, kompetisi ini turut memberikan penghargaan kepada seniman dari Thailand dan Malaysia. Pada kategori Umum, Judge’s Award diraih Tawich Jittiang dari Thailand melalui Traces of the Future, sedangkan President’s Director Award diberikan kepada Nasrin Nadhirah binti Suhaidi dari Malaysia lewat Spirit of Unity.

Nasrin mengangkat kehidupan urban di sebuah Kedai Mamak di Malaysia dalam karyanya. Ia menghadirkan beragam figur untuk merefleksikan semangat perpaduan, identitas, serta kemampuan masyarakat beradaptasi dengan perubahan lingkungan sosial.

Setelah kompetisi berakhir, Nasrin berencana terus mengembangkan karya sekaligus menyelesaikan pendidikan seninya. Ia pun berharap dapat mengikuti kompetisi lain hingga tingkat internasional untuk memperluas pengalaman dan mempelajari perspektif dari seniman maupun audiens.

“ Setelah kompetisi ini, aku akan terus mengembangkan karyaku sekaligus juga menyelesaikan pendidikanku (Seni). Selain itu, aku juga berharap untuk berpartisipasi di kompetisi-kompetisi lainnya seperti ini hingga peluang internasional supaya aku bisa belajar juga dari para artis lainnya dan tentunya dari para audiens juga,” ucap Nasrin Nadhirah binti Suhaidi selaku pemilik karya Spirit of Unity.

Pada kategori Pelajar & Mahasiswa, Judge’s Award diberikan kepada Putthimetha Tangkanobol dari Thailand melalui Ordinary Train. Karya tersebut mengeksplorasi makna kekuatan melalui sosok tentara di dalam kereta api dan batas-batas tak kasatmata yang dibangun seseorang untuk menjaga ruang pribadinya.

Putthimetha melihat tema Strength & Resilience sebagai sesuatu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sebagai pelajar seni, ia ingin memanfaatkan penghargaan tersebut untuk terus mengembangkan kemampuan dan menghasilkan karya.

“ Sebagai seorang pelajar seni, aku memanfaatkan hadiah ini untuk terus berkarya sebaik mungkin. Aku akan mengembangkan kemampuan saya. Terkait ‘Strength & Resilience’ ini adalah tema yang harus kita gunakan saat kita menghadapi masalah atau kesulitan dalam hidup kita, agar kita bisa tetap mempertahankan fokus ke tujuan hidup kita,” jelas Putthimetha Tangkanobol selaku pemilik karya Traces of the Future.

Dorong Seniman Asia Tenggara Berkembang

Mr DIY Regional Art Competition 2026

Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia Edwin Cheah mengatakan kompetisi tingkat regional menjadi kesempatan untuk mempertemukan kreativitas dari perspektif yang lebih beragam. Pertemuan seniman dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand diharapkan dapat mendorong ide baru, saling menginspirasi, serta membuka kesempatan lebih luas bagi seniman Asia Tenggara.

“ Kami turut bangga dengan pencapaian dari dua seniman Indonesia yang berhasil meraih Grand Prize pada kategori Umum dan Pelajar & Mahasiswa. Kami berharap pencapaian para pemenang dan penyelenggaraan kompetisi regional ini dapat menjadi bagian dari perjalanan mereka untuk terus berkarya dan berkembang,” ucap Edwin Cheah selaku Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia.

Selain kompetisi, MR.D.I.Y. juga menghadirkan karya para peserta melalui Art Jakarta 2026 dengan menampilkan 19 karya seni terpilih dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Masyarakat juga dapat melihat karya-karya tersebut dalam MR.D.I.Y. Art Exhibition yang berlangsung pada 7–21 Oktober 2026 di MR.D.I.Y. Store, Lotte Mall Jakarta.

 

Beri Komentar