Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
© Pexels.com/Cottonbro Studio
DREAM.CO.ID - Suplemen sering dikonsumsi untuk membantu meningkatkan energi, menjaga kesehatan, atau mendukung aktivitas fisik. Namun, beberapa produk yang dirancang untuk membuat tubuh lebih berenergi justru dapat membuat seseorang lebih sulit tidur jika dikonsumsi pada waktu yang tidak tepat.
Masalahnya, kandungan tertentu dalam suplemen tidak selalu mudah dikenali. Produk untuk olahraga, penurunan berat badan, hingga peningkat energi dapat mengandung kafein dalam jumlah yang tidak selalu tercantum dengan jelas pada label. Vitamin B12 dan multivitamin juga pernah dikaitkan dengan perubahan pola tidur, meski bukti ilmiahnya masih belum cukup kuat untuk menyimpulkan bahwa keduanya secara langsung menyebabkan gangguan tidur.
Berikut tiga jenis suplemen yang perlu diperhatikan jika Anda mengalami masalah tidur.
Suplemen pre-workout, penurun berat badan, dan peningkat energi termasuk produk yang berpotensi mengandung kafein. Jika dikonsumsi mendekati waktu tidur, kafein dapat membuat tubuh lebih sulit beristirahat.
Yang menjadi persoalan, jumlah kafein dalam suplemen tidak selalu mudah diketahui. Sebagian produk mencantumkan kafein sebagai bahan, tetapi tidak menyebutkan jumlahnya secara jelas. Produk lain bahkan dapat mengandung kafein tanpa mencantumkannya secara terang pada label.
Pieter A. Cohen, profesor kedokteran di Harvard Medical School, mengatakan kepada Health bahwa konsumen sering kali sangat sulit, bahkan tidak mungkin, mengetahui berapa banyak kafein yang terdapat dalam sebuah produk hanya dengan melihat label.
Karena itu, orang yang rutin mengonsumsi suplemen energi atau pre-workout dan mengalami kesulitan tidur perlu memperhatikan waktu konsumsi serta daftar kandungannya.
Vitamin B12 memiliki fungsi penting dalam tubuh, termasuk membantu fungsi saraf, pembentukan sel darah merah, dan produksi energi. Vitamin ini juga diduga berperan dalam pengaturan melatonin, hormon yang berkaitan dengan siklus tidur dan bangun.
Namun, hubungan B12 dengan tidur ternyata cukup kompleks. Salah satu penelitian kecil terhadap orang dewasa sehat menemukan bahwa vitamin B12 memengaruhi kadar melatonin. Salah satu bentuknya, methylcobalamin, dikaitkan dengan durasi tidur yang lebih pendek, meskipun tidak ditemukan hubungan dengan kualitas tidur yang lebih buruk secara keseluruhan.
Artinya, belum dapat disimpulkan bahwa suplemen B12 pasti mengganggu tidur. Fariha Abbasi-Feinberg dari American Academy of Sleep Medicine mengatakan kepada Health bahwa penelitian mengenai hubungan B12 dan tidur masih beragam. Penelitian tambahan masih diperlukan untuk memahami kaitannya dengan tidur dan ritme sirkadian.
Multivitamin juga belum memiliki bukti kuat sebagai penyebab gangguan tidur. Namun, ada beberapa alasan mengapa produk ini perlu diperhatikan.
Banyak multivitamin mengandung vitamin B12, yang dalam beberapa penelitian dikaitkan dengan perubahan tidur. Selain itu, sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang mengonsumsi multivitamin melaporkan tingkat insomnia dan terbangun pada malam hari yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya.
Namun, temuan tersebut tidak membuktikan bahwa multivitamin menyebabkan insomnia. Abbasi-Feinberg mengingatkan bahwa satu penelitian tidak cukup untuk menunjukkan hubungan sebab-akibat. Penelitian tersebut juga memiliki keterbatasan, antara lain jumlah peserta yang relatif kecil, desain yang tidak dilakukan secara acak, serta penggunaan laporan tidur berdasarkan pengakuan peserta sendiri.
Jika tidur mulai terganggu setelah rutin mengonsumsi suplemen, jangan langsung menyimpulkan bahwa produk tersebut adalah penyebabnya. Perhatikan terlebih dahulu kandungannya, terutama keberadaan kafein, serta waktu ketika suplemen dikonsumsi.
Suplemen yang mengandung bahan penambah energi sebaiknya tidak dikonsumsi sembarangan menjelang waktu tidur. Sementara itu, untuk vitamin B12 dan multivitamin, bukti mengenai dampaknya terhadap tidur masih belum konsisten.
Pada akhirnya, kualitas tidur tidak hanya ditentukan oleh satu jenis suplemen. Namun, memeriksa label dan memperhatikan perubahan pola tidur setelah mulai mengonsumsi produk tertentu dapat membantu menemukan kemungkinan faktor yang mengganggu waktu istirahat.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya