7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ancaman Bagi Suami Dayyuts (Foto Ilustrasi: Shutterstock.com)
Dream - Menjalani tugas sebagai seorang suami tidaklah mudah. Beberapa orang mungkin hanya menganggap status suami hanyalah sebagai pemimpin bagi istri dan anak-anaknya yang hanya bertugas memberikan nafkah untuk mereka. Namun, tugas menjadi pemimpin bukan perkara sederhana.
Di balik tugas-tugasnya sebagai seorang pemimpin rumah tangga juga ada pertanggungjawaban yang akan diminta di akhirat kelak. Beban itu semakin berat ketika ada anggota keluarga yang melakukan perbuatan maksiat dan diharamkan Allah SWT dan suami hanya membiarkan tanpa memperbaiki ataupun menasihati.
Sikap suai seperti itulah yang disebut dalam Islam dengan istilah dayyuts. Allah SWT menjatuhkan balasan yang sangat berat kepada suami dayyuts yaitu mengharamkan makhluknya itu mendapatkan surga.
Untuk mengetahui secara lebih jelas tentang apa yang dimaksud dengan suami dayyuts, berikut sebagaimana dirangkum Dream melalui berbagai sumber.
Istilah dayyuts mungkin belum banyak diketahui. Namun, bagi umat Islam penting untuk mengetahuinya. Dayyuts sendiri sebenarnya tidak diketahui oleh bangsa Arab pra-Islam. Istila ini pertama kali dikenalkan oleh Nabi Muhammad saw.
Kalangan ulama mengartikan dayyuts sebagai seseorang yang tidak memiliki perasaan cemburu (karena iman) terhadap ahlinya (istri dan anak-anaknya).
Istilah tersebut pun dijelaskan dalam sebuah hadis berikut:
" Tiga golongan yang Allah mengharamkan surga atas mereka, pecandu bir, anak yang durhaka kepada orang tuanya, dan dayyuts yang membiarkan kemaksiatan pada istrinya (keluarganya)." (HR. Ahmad dan Nasai)
Berikut adalah beberapa contoh suami maupun bapak yang memiliki sikap dayyuts sebagaimana dijelaskan oleh Ustadz dr Raehanul Bahraen:
Suami dayyuts termasuk ke dalam dosa besar ke-34. Hal tersebut dijelaskan dalam Kitab Al-kaba'ir oleh Al-imam Adzahabi rahimahulla. Dosa besar tersebut akan membinasakan pelakunya dengan azab berupa diharamkan untuk mendapatkan surga. Ancaman yang sangat pedih tersebut dikarenakan tugas seorang suami juga sangatlah berat, yakni sebagai berikut:
Kedudukan seorang suami adalah menjadi pemimpin bagi keluarganya. Dan suami tentunya harus bertanggung jawab pada kepemimpinannya tersebut. Hal ini dijelaskan dalam hadis Bukhari berikut:
" Setiap kalian adalah pemimpin & setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya. Imam (kepala negara) adalah pemimpin yg akan diminta pertanggung jawaban atas rakyatnya. Seorang suami adalah pemimpin & akan dimintai pertanggung jawaban atas keluarganya. Seorang isteri adalah pemimpin di dalam urusan rumah tangga suaminya & akan dimintai pertanggung jawaban atas urusan rumah tangga tersebut." (HR.Bukhari)
Sebagai suami adalah sebagai penyelamat dari keluarganya dari siksa api neraka. Hal itu dijelaskan dalam Al-Quran melalui surat At-Tahrim ayat 6:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ
Artinya: " Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS. At-Tahrim: 6)
Sebagai seorang suami haruslah berhati-hati bahwa anak dan istrinya bisa menjadi musuhnya. Hal itu dijelaskan dalam surat Al-Munafiqun ayat 9:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُلْهِكُمْ اَمْوَالُكُمْ وَلَآ اَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ ۚوَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ
Artinya: " Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barangsiapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi." (QS. Al-Munafiqun: 9)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?