Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Direktur RSPP, Kurniawan Iskandarsyah (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi'an)
Dream - Ratusan mahasiswa menjadi korban dari gas air mata yang ditembakkan polisi saat demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR Selasa, 24 September 2019. Banyak dari mahasiswa mengalami sesak nafas, dehidrasi dan juga mata merah.
Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) menerima 90 mahasiswa yang menjadi korban gas air mata dan pukulan benda tumpul aparat polisi. Sebanyak tiga mahasiswa kini masih dirawat intensif, dan satu diantaranya harus masuk ICU.
" Dari 90 pasien itu 3 kami rawat, 1 karena trauma tumpul, karena kompresi tulang kepala di daerah parietal kanan yang sebabkan pendaraahan intracranial, saat ini pasien dirawat di ICU," kata Direktur RSPP, dr. Kurniawan Iskandarsyah di RSPP, Jakarta, Rabu, 25 September 2019.
Iskandar mengatakan, ketiga pasien yang dirawat itu dalam keadaan stabil. Hanya saja, tambah dia, pasien yang dirawat di ruang ICU masih membutuhkan observasi lebih lanjut.
Kabid Humas RSPP, Agus W Susetyo mengatakan, tiga pasien yang dirawat itu akan ditangani dokter syaraf.
" Untuk yang di ICU ditangani oleh dokter spesialis bedah syaraf dan dokter syaraf, neurologi. Untuk yang luka tulang belakang ditangani ahli ortopedi dan yang satu lagi yang trauma kepala itu ditangani dokter syaraf," kata Agus.
Seperti diketahui, ribuan mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Indonesia melakukan unjuk rasa di sekitar gedung DPR RI pada Selasa, 24 September 2019. Mereka menuntut untuk menunda pengesahan RUU KUHP.
Sore harinya, beberapa kericuhan mulai terjadi hingga puncaknya ketika polisi memukul mundur mahasiswa menggunakan gas air mata, barikade dan water canon.
Dream - Ribuan mahasiswa turun untuk berdemonstrasi menentang pengesahan sejumlah undang-undang oleh Dewan Perwakilan Rakyat. Mereka menggelar unjuk rasa di sejumlah kota, mulai Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Makassar, dan lain sebagainya.
Di Jakarta, mahasiswa berkonsentrasi di Gedung DPR. Di Semarang, mahasiswa demonstrasi di depan Gedung DPRD. Di Yogya, ribuan mahasiswa tumpah ruah di Simpang Tiga Colombo, Gejayan, Sleman.
Para mahasiswa itu memprotes kebijakan pemerintah yang mengesahkan revisi UU KPK, pasal bermasalah di RKUHP, hingga menyoroti penanganan kebakaran hutan. Aspirasi itu mereka tuliskan melalui spanduk dan poster.
Di antara poster-poster yang dibawa dalam demonstrasi itu, menarik perhatian dan menjadi viral di media sosial. Aspirasi-aspirasi itu ternyata ada yang dituliskan dengan jenaka.
Penasaran seperti apa poster-poster kodak itu? Berikut sejumlah poster lucu yang beredar di media sosial.
Beberapa mahasiswa membentangkan poster kritik berbau lirik dari idola Sobat Ambyar, Didi Kempot, The Godfather of Broken Heart.

twitter.com/@GambarJogja

twitter.com/@GambarJogja

twitter.com/@GambarJogja

twitter.com/@GambarJogja
Selain itu banyak juga para mahasiswa yang menuliskan poster terkait sejumlah pasal dan ketentuan dalam Rancangan KUHP. Salah satunya mahasiswa menginginkan ruang privasi mereka jangan diancam.

twitter.com/@GambarJogja
Selain itu mahasiswa juga mengkritik kinerja dari DPR.

twitter.com/@GambarJogja

twitter.com/@GambarJogja

twitter.com/@GambarJogja
Di tengah-tengah lautan ribuan pendemo ada juga mahasiswi yang menawarkan jasa pembuatan skripsi, harga bisa dinego!

twitter.com/@LekRii_
Poster yang satu ini ringkas tapi sangat pas pesannya. Saat ini pemerintah melawan semua orang yang tak puas dengan kinerja berbagai persoalan.

twitter.com/@dafisaurus
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya