Pasien Covid-19 Omicron Bisa Isoman, Simak Ketentuan dari Kemenkes

Reporter : Alfi Salima Puteri
Jumat, 21 Januari 2022 17:00
Pasien Covid-19 Omicron Bisa Isoman, Simak Ketentuan dari Kemenkes
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memperbolehkan pasien Covid-19 omicron untuk isoman. Namun ada persyaratan yang harus dipenuhi. Berikut selengkapnya.

Dream - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.01/MENKES/18/2022 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kasus COVID-19 Varian Omicron. SUrat yang ditetapkan pada Senin, 17 Januari 2022 ini memuat ketentuan mengenai isolasi bagi pasien COVID-19 termasuk konfirmasi kasus Omicron.

Budi menegaskan pasien kasus probable dan konfirmasi varian Omicron baik yang bergejala (simptomatik) maupun tidak bergejala (asimptomatik) harus melakukan isolasi.

“ Gejala klinis untuk kasus konfirmasi Covid-19 varian Omicron pada prinsipnya sama dengan gejala klinis COVID-19 varian lainnya,” disebutkan dalam surat tersebut

Berikut ketentuan tempat isolasi yang tertuang dalam Surat Edaran:

1. Kasus konfirmasi Covid-19 dengan gejala berat atau kritis dirawat di rumah sakit (RS) penyelenggara pelayanan Covid-19.

2. Kasus konfirmasi Covid-19 dengan gejala sedang atau gejala ringan disertai komorbid yang tidak terkontrol dapat dirawat di RS lapangan atau RS darurat atau RS penyelenggara pelayanan Covid-19.

1 dari 1 halaman

- Kasus konfirmasi Covid-19 tanpa gejala (asimptomatik) dan gejala ringan dapat melakukan isolasi mandiri jika memenuhi syarat klinis dan syarat rumah.

Adapun syarat klinis dan perilaku yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut:
1. Berusia di bawah 45 tahun
2. Tidak memiliki komorbid
3. Dapat mengakses telemedisin atau layanan kesehatan
lainnya
4. Berkomitmen untuk tetap diisolasi sebelum diizinkan keluar

Sedangkan syarat rumah dan peralatan pendukung lainnya yaitu, pasien isoman dapat tinggal di kamar terpisah, lebih baik lagi jika lantai terpisah. Untuk kamar mandi pasien isoman juga harus terpisah dengan penghuni rumah lainnya. Selain itu, pasien juga memiliki pulse oksimeter di rumahnya.

“ Jika pasien tidak memenuhi syarat klinis dan syarat rumah, maka pasien harus melakukan isolasi di fasilitas isolasi terpusat. Selama isolasi, pasien harus dalam pengawasan puskesmas atau satgas setempat,” ujar Budi dalam SE-nya.

Isolasi terpusat dilakukan pada fasilitas publik yang dipersiapkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, atau swasta yang dikoordinasikan oleh puskesmas dan dinas kesehatan.

Beri Komentar