Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Aksi Begal Di Rejang Lebong, Bengkulu (Foto: Twitter @baarrlfz)
Dream - Aksi begal motor di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, beredar di media sosial. Dalam video tersebut, tampak dua orang lelaki merebut sepeda motor milik seorang perempuan berjilbab.
Belakangan diketahui, perempuan berjilbab tersebut bernama Adetia. Dia bekerja sebagai pegawai honorer pesantren di Pondok Kelapa.
Adetia kala itu berboncengan dengan sepupunya Kusmawati. Sosok Kusmawati-lah yang merekam aksi pembegalan ini.
Dilaporkan Pedoman Bengkulu, Kapolres Rejang Lebong, AKBP Jeki Rahmad Mustika mengatakan, saat ini kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pelaku begal.
" Tim kita tengah melakukan pengejaran, untuk identitas lima orang pelaku begal tersebut sudah kita kantongi. Mudah-mudahan bisa secepatnya ditangkap," kata Jeki, Senin, 30 Desember 2019.
Jeki mengatakan, saat ini lima pelaku begal menggunakan tiga sepeda motor. Dia menyebut, beberapa pelaku begal sudah diidentifikasi beberapa kali terlibat aksi kejahatan.
Pembegalan motor matic Beat BD 4574 NP dilakukan dua orang pemuda. Dua pemuda tersebut berbadan gempal dan punya potongan rambut cepat.
Pelaku mendorong Adetia hingga terjatuh dari sepeda motornya. Usai Adetia tak bisa menguasai sepeda motor, pelaku segera mengambil alih dan melarikan diri.
Salah satu pelaku lainnya berlari kearah sepeda motor rekannya dan langsung melarikan diri berbonceng tiga menggunakan sepeda motor tanpa nomor polisi.
Jeki mengatakan, saat perampasan tersebut, kondisi jalan tersebut masih sepi. Korban sempat meminta tolong namun tidak ada warga lain di lokasi. Pelaku melarikan diri ke arah Linggau. Sedangkan korban bersama sepupunya berjalan kaki kearah jalan lintas.
" (Korban) kembali ke rumahnya di Desa Karang Jaya dan sekitar pukul 18:30 WIB diantar keluarganya ke Polsek Curup untuk melapor," ucap dia.
BEGAL TERTANGKAP KAMERA????
Loc : Danau Mas Curup, Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. pic.twitter.com/ARKgaxrxnM— A K B A R (@baarrlfz)December 29, 2019
Sementara itu mengutip akun instagram @polrescurupkota, tim yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Rejag Lebong bersama Kapolsek Curup mengaku telah menemukan barang bukti berupa sepeda motor Honda Beat Pop.
Dalam video yang diunggah, motor tersebut berwarna putih dan diletakkan di areal perkebunan milik warga
Akun tersebut melaporkan sepeda motor tersebut merupakan hasil pencurian dengan kekeasan yang terjadi di Diklat Danau Mas Desa Mojorejo, Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong.
" BB Sepeda Motor Di temukan Di Dusun Talang Tiga Desa Kampung Jeruk Kec. Binduriang Kab. Rejang Lebong,Jenis Sepeda Motor Honda Beat Pop," tulis akun @polsekcurupkota dalam video yang bisa dilihat di sini.
Dream - Berada di mobil yang dikendarai Valeri tak ubahnya kerangkeng. Besi memisahkannya dari penumpang.
Alasan perempuan yang bekerja sebagai sopir taksi online itu cuma satu. Terhindar dari begal.
Modifikasi mobil Valeri itu diunggah pengguna Twitter @FrankyPaulus86. Dalam unggahan itu dia menunjukkan posisi `kerangkeng`.
" Sungguh menginspirasi, sebagai seorang perempuan Ibu ini sungguh kuat mengambil peran sebagai kepala keluarga, bekerja sebagai driver Gocar tentu nya rawan akan bahaya begal," ujar Franky, diakses Kamis, 14 November 2019.
Valeri mengatakan, pembatas dari besi itu dia buat karena cemas mendengar kabar begal di Palembang, Sumatera Selatan. Valeri menyebut pada 2018 ada lima pengemudi taksi online yang dirampok dan dibunuh.
" Jadi terinspirasi dari itulah. Rasa takut ibu itu berlebihan, kemudian ibu lihat ada (pembuat) pager-pager kaya gitu di pinggir jalan," kata Valeri.
Usai mendapat inspirasi, Valeri segera mendatangi tukang las dan bengkel di pinggir jalan. Valeri berdiskusi mengenai peralatan untuk menjaga diri.
" Jadi, aku datangilah bengkel-bengkel las itu diskusi bisa itu nggak mas, kalau perlu bikin kaki-kaki," kata dia.
Setelah terjadi kesepakatan, desain kerangkeng itu dibuat. Valeri mengatakan
menghabiskan Rp700ribu untuk penyekat ini.
Sungguh menginspirasi, sebagai seorang perempuan Ibu ini sungguh kuat mengambil peran sebagai kepala keluarga, bekerja sebagai driver GOCAR tentu nya rawan akan bahaya BEGAL. Maka dari itu Ibu ini membuat kerangkeng dari Besi untuk mencegah BEGAL beraksi lebih jauh !! Share yaa pic.twitter.com/yeI2e7Ov9Q
— Franky Paulus (@FrankyPaulus86)November 12, 2019
Meski begitu, Valeri belum puas. Dia menganggap sekat itu belum sepenuhnya selesai.
" Banyak orang menyarakankan besi ditambah, tapi saya memilih kaca akrilik yang campuran platik, tidak pecah tapi cuma retak," ucap dia.
Valeri mengatakan, meski tak biasa, dia menyebut desain sekatnya itu masih aman buat penumpang.
Dia berharap sekat itu dapat meminimalisir kejahatan terhadapnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya