Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Keterangan Pers Pemerintah Tentang Penyediaan Kebutuhan Penanganan Pasien Covid-19 Di Daerah (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Dream – Kebutuhan penanganan pasien Covid-19 sejauh ini sudah disiapkan oleh pemerintah di berbagai daerah.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito merinci, saat ini terdapat 422 laboratorium pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction) dan TCM (Tes Cepat Molekuler) yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
“ Pemerintah telah menyiapkan stok reagen PCR untuk 795 ribu spesimen dan reagen RNA sebanyak 686 ribu spesimen,” tutur Wiku ketika memberikan keterangan pers di Kantor Presiden Jakarta, Selasa 3 November 2020.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan penyediaan obat penanganan pasien Covid-19 yang mengacu pada Protokol Tata Laksana Covid-19.
Obat-obatan itu sebagian besar sudah diproduksi oleh industri farmasi nasional. Sedangkan bahan baku pembuatan obat sudah masuk ke Indonesia sejak April 2020 kemarin.
Wiku mengatakan obat telah terdistribusi dengan selamat ke 34 dinas kesehatan provinsi dan 779 rumah sakir di seluruh Indonesia.
“ Per 31 Oktober 2020, obat sudah didistribusikan ke 34 dinas kesehatan provinsi dan 779 rumah sakit,” jelas Wiku seperti dikutip Dream dari laman covid19.go.id.
Sedangkan untuk tindakan antisipasi pemenuhan kebutuhan obat hingga Desember 2020, pemerintah saat ini sedang melakukan pengadaan obat.
Pemerintah terus mencanangkan dan meningkatkan kedisiplinan pelaksanaan protokol kesehatan, di seluruh lapisan masyarakat untuk terus menerus menekan angka pertambahan kasus positif Covid-19.
Pihak Satgas Penanganan Covid-19 terus mengimbau kepada penyedia fasilitas kesehatan, supaya terus meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pasien Covid-19.
“ Perbanyak rumah sakit atau bed (tempat tidur) yang etrkait keadaan darurat jika diperlukan. Pemerintah daerah diminta berkoordinasi dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan dan Satgas pusat, jika membutuhkan bantuan dalam penanganan Covid-19,” ucapnya.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya