Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (thinkprogress.org)
Pemilik El Asira memang akan membangun toko konsep namun bukan toko pernik bercinta.
Dream - Pendiri produk perawatan tubuh, parfum, dan lilin akhirnya angkat bicara. Abdelaziz Aourgah membantah kabar yang menyebutkan dirinya akan membuka toko pernik-pernik bercinta pertama di Mekah, Arab Saudi.
Abdelaziz, pria keturunan Belanda-Maroko yang mengatakan dirinya sebagai akhli merek Islami mengatakan dirinya memang akan membuka toko yang menjual produk El Asira.
"Kami berambisi membuka toko konsep. Sesuatu yang sepenuhnya berbeda," kata Abdelaziz dalam akun Facebook El Asira seperti dikutip laman Arabianbusiness, Senin, 27 April 2015.
Pernyataan ini disampaikan setelah sebuah media melaporkan rencana pembukaan toko tak lazim di Mekah.
Dalam situsnya, El Asira menggambarkan dirinya sebagai produk perawatan tubuh sensual dari Arab.
Menurut Abdelaziz, produk ini bukan merek mahal namun menghadirkan pengalaman unik. "Kami tak menjual produk yang merendahkan wanita. Semua produk kami memberikan makna lebih dalam soal kesempurnaan, kecantikan, dan perawatan tubuh," katanya.
Pemberian izin untuk produk kecantikan ini memang menarik perhatian dari berbagai media Eropa dan Timur Tengah. Apalagi, produk ini dijual di sebuah kawasan konservatif di Timur Tengah.
Namun Abdelaziz mengakui adanya media yang menggambarkan rencana bisnisnya sebagai tak benar dan tak sesuai etika.