Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Kisah Somidi Dan Su'udiyah (Foto: Instagram @drbennyarifin)
Dream - Sebagai pasangan suami istri, mendapat momongan merupakan suatu anugerah terindah dalam hidup. Berbagai cara agar si kecil bisa hadir di tengah keluarga.
Rata-rata semua orang menilai pernikahan akan terasa kian sempurna dengan kehadiran si kecil. Akan tetapi, tak semua pasangan bisa dengan cepat memiliki momongan.
Seperti yang dirasakan oleh Somidi dan Su'udiyah. Keduanya dengan begitu sabar dan tabah menanti kehadiran sang buah hati selama puluhan tahun. Hingga akhirnya di tahun ke-21, keduanya mendapat buah hati yang diidamkan.
Penasaran dengan kisah dan potret buah hati pasangan Somidi & Su'udiyah?
Menurut penuturan dr. Benediktus A,MPH,Sp.OG(K), ini merupakan kehamilan pertama bagi Su’udiyah. Berbeda dari wanita kebanyakan, kehamilan tersebut hasil dari program bayi tabung yang dijalankan keduanya.

" Saya semakin menyadari kenapa saya diijinkan menjadi Spesialis Kebidanan & Kandungan. Untuk menyaksikan kemuliaan-Nya : bayi Aisyah yang cantik untuk Ibu Su’udiyah (44th) & Bapak Somidi (51th). Bu Su’udiyah berhasil hamil dengan program bayi tabung. Ini adalah kehamilannya pertama. Saya membagikan story ini agar kita #neverlosehope,never!," ujar Benediktus.
Siapa sangka, pasangan suami istri ini telah menunggu puluhan tahun demi mendapatkan buah hati. Tidak tanggung-tanggung, Somidi dan Su’udiyah menanti dengan sabar selama 21 tahun.
Penantian tersebut, bukanlah waktu yang sebentar untuk menguji kesetiaan pasangan. Namun, keduanya mampu tetap saling menguatkan dan mendukung satu sama lainnya.
" Mereka menunggu selama 21 tahun. Bayangkan 21 tahun! Tuhan akhirnya menjawab ketaatan, ketekunan, dan keimanan mereka yang luar biasa. Tidak banyak pasangan bisa bersama selama 21 tahun saling mensupport & menguatkan agar tidak patah harapan memiliki buah hati," sambungnya.
Ini juga bukanlah perjalanan yang singkat. Butuh pengorbanan serta perjuangan luar biasa untuk bisa berhasil berada di titik tersebut.
Somidi dan Su’udiyah begitu rela menempuh jarak yang tak dekat dan harus bolak-balik rumah ke rumah sakit. Meski begitu, keduanya tetap semangat dan pantang menyerah.

" Saya menjadi saksi perjuangan mereka yang sangat tidak mudah. Mereka tinggal 15 km di luar kota Sumenep, Dusun Pakondang Daya namanya, Madura. Enam jam perjalanan dari Surabaya. Demi menemui saya untuk konsultasi atau tindakan di pagi hari, mereka berangkat naik bus pukul 02.00 dini hari. Bayangkan panjang ritual bayi tabung & dituntut untuk tepat waktu dalam suntik dll. Sehari harinya mereka berjualan keripik singkong di Komplek Asta Tinggi," lanjutnya.
" Direferensikan oleh sahabat saya, dr. Rahmi SpOG yang praktik di Sumenep, mereka datang menemui kami di @morulaivfsurabaya. Proses #bayitabung mereka mirip dengan pasien lainnya. Setelah mendapat embryo pun, mereka bahkan harus menunggu hampir setahun sebelum berhasil ditransfer ke rahim. Setahun ini mereka dengan sabar bolak balik ke Morula. Sabar menanti rahim yang belum siap. Dalam setiap pertemuan mereka mengikuti protokol dengan tekun didampingi suster @alfie.ivf," jelasnya.
Perjuangan dan penantian keduanya akhirnya membuahkan hasil. Ibu Su’udiyah berhasil mengandung anak pertamanya. Saat mengetahui hal itu, momen penuh haru serta tetesan air mata tak bisa terbendung lagi.
Kini, buah hati Somidi dan Su’udiyah telah lahir ke dunia. Bayi cantik itu lahir pada 01 Desember 2020 dan diberi nama Aisyah
" Ketika berhasil hamil, saya masih ingat momen penuh haru tersebut, tidak banyak kata, tetapi penuh tetesan air mata bahagia," paparnya.
" SELAMAT DATANG KE DUNIA BABY AISYAH 01.12.2020," tabah Benediktus.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan