Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Selama ini emas dikenal sebagai lambang kesejahteraan, kekuasaan, dan kecantikan. Tapi, seorang peneliti Arab Saudi akan menjadikan emas sebagai lambang kesehatan.
Dr Saeed Al Jaroudi mendapat temuan senyawa emas ternyata bisa digunakan untuk melawan kanker. Temuan ini dia dapat setelah meneliti kandungan emas.
" Pengunaan senyawa emas untuk mencegah kanker di masa depan sangat menjanjikan," ujar Al Jaroudi.
Jaroudi menjelaskan ide penggunaan senyawa emas untuk melawan kanker telah diteliti selama 20 tahun terakhir. Saat ini ide tersebut tengah dalam tahap pengembangan.
" Kami telah menguji coba pada tikus yang terinfeksi kanker, dan jawabannya sejauh ini luar biasa," kata Jaroudi, yang telah menjalankan penelitian selama tiga tahun.
© Dream
Dia telah membuat percobaan di laboratorium sebagai tahap pertama agar senyawa emas dapat digunakan untuk pengobatan. Terdapat dua tahap lain yang dia jelaskan, yaitu uji coba pada subjek hewan dan manusia, diperkirakan butuh waktu 10 hingga 15 tahun.
Idenya menggunakan senyawa emas untuk mencegah kanker merupakan upaya mencari alternatif pengobatan untuk menghindari obat Cisplatin. Obat ini telah digunakan selama 40 tahun dan banyak menimbulkan efek samping.
" Salah satu dampak adalah jika pasien kanker melanjutkan pengobatan, sel kanker akan menjadi imun dan akhirnya obat jadi tidak efektif," kata dia.
" Senyawa kanker kebanyakan berkadar racun nol dan tidak memiliki dampak negatif pada tubuh manusia. Sel-sel kanker tidak akan mampu melawan senyawa emas," ucap dia menjelaskan.
© Dream
Clispatin, yang merupakan obat utama untuk mengobati penderita kanker, berbahan dasar platinum dan digunakan untuk kemoterapi. Jaroudi mengatakan penggunaan obat berbahan dasar platinum jauh lebih mahal dibandingkan emas.
Jaroudi menegaskan dia telah mencoba pengobatan di laboratorium. Dampak dan efisiensinya telah tercatat mampu menghentikan persebaran sel-sel kanker di lambung dan prostat, serta membunuh sel-sel itu.
Tetapi, Jaroudi mengakui ada beberapa kelemahan pengobatan menggunakan emas. Namun demikian, dia tetap merasa yakin.
" Senyawa emas tidak stabil, namun para peneliti kini tengah berupaya membuat senyawa itu stabil," ucap Jaroudi.
(Sah/Sumber: alarabiya.net)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya