Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Peneliti Pakai Emas Obati Kanker, Hasilnya....

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 16 November 2016 05:26
Peneliti Pakai Emas Obati Kanker, Hasilnya....
Ide penggunaan senyawa emas untuk melawan kanker telah diteliti selama 20 tahun terakhir

Dream - Selama ini emas dikenal sebagai lambang kesejahteraan, kekuasaan, dan kecantikan. Tapi, seorang peneliti Arab Saudi akan menjadikan emas sebagai lambang kesehatan.

Dr Saeed Al Jaroudi mendapat temuan senyawa emas ternyata bisa digunakan untuk melawan kanker. Temuan ini dia dapat setelah meneliti kandungan emas.

" Pengunaan senyawa emas untuk mencegah kanker di masa depan sangat menjanjikan," ujar Al Jaroudi.

Jaroudi menjelaskan ide penggunaan senyawa emas untuk melawan kanker telah diteliti selama 20 tahun terakhir. Saat ini ide tersebut tengah dalam tahap pengembangan.

" Kami telah menguji coba pada tikus yang terinfeksi kanker, dan jawabannya sejauh ini luar biasa," kata Jaroudi, yang telah menjalankan penelitian selama tiga tahun.

 

1 dari 2 halaman

Hasil Percobaan Pertama

Hasil Percobaan Pertama © Dream

Dia telah membuat percobaan di laboratorium sebagai tahap pertama agar senyawa emas dapat digunakan untuk pengobatan. Terdapat dua tahap lain yang dia jelaskan, yaitu uji coba pada subjek hewan dan manusia, diperkirakan butuh waktu 10 hingga 15 tahun.

Idenya menggunakan senyawa emas untuk mencegah kanker merupakan upaya mencari alternatif pengobatan untuk menghindari obat Cisplatin. Obat ini telah digunakan selama 40 tahun dan banyak menimbulkan efek samping.

" Salah satu dampak adalah jika pasien kanker melanjutkan pengobatan, sel kanker akan menjadi imun dan akhirnya obat jadi tidak efektif," kata dia.

" Senyawa kanker kebanyakan berkadar racun nol dan tidak memiliki dampak negatif pada tubuh manusia. Sel-sel kanker tidak akan mampu melawan senyawa emas," ucap dia menjelaskan.

 

2 dari 2 halaman

Khasiat Emas

Khasiat Emas © Dream

Clispatin, yang merupakan obat utama untuk mengobati penderita kanker, berbahan dasar platinum dan digunakan untuk kemoterapi. Jaroudi mengatakan penggunaan obat berbahan dasar platinum jauh lebih mahal dibandingkan emas.

Jaroudi menegaskan dia telah mencoba pengobatan di laboratorium. Dampak dan efisiensinya telah tercatat mampu menghentikan persebaran sel-sel kanker di lambung dan prostat, serta membunuh sel-sel itu.

Tetapi, Jaroudi mengakui ada beberapa kelemahan pengobatan menggunakan emas. Namun demikian, dia tetap merasa yakin.

" Senyawa emas tidak stabil, namun para peneliti kini tengah berupaya membuat senyawa itu stabil," ucap Jaroudi.

(Sah/Sumber: alarabiya.net)

Beri Komentar