Teroris Masjid Selandia Baru Keluhkan Hak Dasar di Sel

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 1 April 2019 19:01
Teroris Masjid Selandia Baru Keluhkan Hak Dasar di Sel
Pelaku penembakan yang menewaskan 49 Muslim itu ditahan di tahanan super ketat.

Dream - Pelaku penembakan dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, saat ini berada di dalam tahanan super ketat di Penjara Auckland di Paremoremo.

Selama dua pekan dipenjara, pelaku akhirnya membuat keluhan resmi mengenai hak dasar yaitu tidak dapat melakukan dan menerima panggilan telepon maupun menerima kunjungan.

Dikutip dari Stuff.co.nz, di bawah Undang-undang Pemasyarakatan, setiap tahanan berhak untuk berolahraga, tidur, diet yang layak, menerima kunjungan sekali dalam sepekan, didampingi penasihat hukum, mendapat layanan medis, perawatan kesehatan, surat dan panggilan telepon.

Meski demikian, terdapat pengecualian untuk kasus tahanan tertentu.

" Dia (pelaku penembakan masjid di Christchurch) terus menerus diawasi dan diasingkan. Dia tidak memiliki hak minimum biasa. Jadi tidak ada panggilan telepon dan tidak ada kunjungan," ujar seorang sumber, dikutip dari Stuff.

2 dari 2 halaman
asset dream.co.id
Beri Komentar
Q&A Ussy Sulistiawaty - Karir & Kisah Hidup