Perdebatan Sengit Soal Perempuan Bercelana Robek, Warga Heboh

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 1 November 2017 12:00
Perdebatan Sengit Soal Perempuan Bercelana Robek, Warga Heboh
Negara ini tengah heboh membicarakan seruan pengacara kondang tentang wanita yang mengenakan celana robekk.

Dream - Seruan kontroversial dilontarkan pengacara terkenal di Mesir, Nabih al-Wahsh. Dia menyebut perempuan yang mengenakan jeans robek pantas untuk dilecehkan dan dirudapaksa.

Laporan Al Arabiya menyebut, Wahsh melontarkan seruan tersebut di acara bincang-bincang Infrad Show di saluran televisi Al Assema.

Saat Wahsh mengungkapkan pendapatnya itu, Infrad Show sedang membahas kontroversi seputar rancangan undang-undang tentang memerangi pelacuran dan pesta persetubuhan.

Dalam perdebatan sengit tersebut Wahsh mengatakan, memperkosa wanita yang mengenakan jeans robek adalah 'tugas nasional.' Dia menuturkan perempuan yang menunjukkan bagian tubuh dengan mengenakan pakaian semacam itu, sama saja dengan mengundang pria untuk mengganggu mereka.

Pernyataan Wahsh itu seketika memicu kemarahan di negeri Sungai Nil tersebut. Sebagian mengutuknya, sementara yang lain bersiap untuk mengajukan tuntutan kepadanya.

1 dari 1 halaman

Pembelaan Wahsh

Kepala Dewan Nasional Dokter Wanita, Maya Mursi, mengutuk ucapan Wahsh yang dipandang sebagai 'ucapan yang keterlaluan'.

Menurut Mursi, apa yang dibilang oleh Wahsh itu melanggar konstitusi Mesir. Mursi juga menyuarakan rasa terkejutnya bahwa pernyataan tersebut dibuat oleh seorang pengacara yang bertugas membela hak dan kebebasan.

Dia menambahkan bahwa dewan akan mengajukan keberatan ke jaksa agung terhadap Wahsh dan Al-Assema. Dia mengatakan dewan juga telah membuat pengaduan ke Dewan Tinggi Badan Pengatur Media.

Sementara itu, Wahsh membela diri. Wahsh mengatakan bahwa sebenarnya menuntut hukuman yang lebih berat bagi pelaku pelecehan seksual.

" Tapi wanita harus menghormati diri mereka sendiri sehingga orang lain menghormati mereka. Melindungi moral adalah hal yang lebih penting daripada melindungi mereka yang melampaui batas," kata dia.

Beri Komentar