Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Robert O'Neill Saat Masih Aktif Di Marinir AS. (Foto: Washington Post)
Dream - Mantan anggota Marinir Amerika Serikat yang membunuh Osama bin Laden di tempat persembunyiannya di Pakistan mengaku menyesali perbuatannya.
Pernyataan mengejutkan itu diungkapkan oleh Robert O’Neill saat wawancara dengan sebuah televisi Inggris, dalam peringatan 17 tahun serangan kelompok teroris Al Qaida pimpinan Osama terhadap menara kembar WTC New York pada 11 September 2001 silam.
Kenapa O`Neill menyesal? Dia mengaku menembak Osama dari jarak dekat dan disaksikan putranya yang masih berusia 2 tahun. Menurutnya, mungkin itu hal terburuk yang pernah dilakukannya.
Saat akan menembak Osama, O’Neill dihantui keraguan apakah membunuh dalang teror di New York itu merupakan keputusan terbaik atau terburuk?
O’Neill mengklaim sebagai orang yang menembak dan membunuh Osama dalam serangan di tempat persembunyian pemimpin Al Qaida itu di Abbottabad, Pakistan, pada 2 Mei 2011.
Dia mengenang kejadian itu ketika putra Osama bin Laden yang masih berusia 2 tahun ikut menyaksikan penembakan.
“ Saya, sebagai ayah, berpikir anak malang ini tidak ada hubungannya dengan semua ini. Saya menyadari ini belum berakhir dan saya berharap tidak ada yang melihat hal ini.
" Tapi itu membangkitkan semacam kesadaran bahwa kita tidak akan memenangkan perang ini melalui peluru dan senjata, tetapi melalui pendidikan," katanya.
O’Neill menyebut, seharusnya seluruh dunia malu karena bertahan hidup dengan perang dan senjata.
" Bukannya kita takut teroris, tapi kita perlu menyadari hal itu tidak bagus," tambahnya.
O’Neill memberi pernyataan itu saat ditanya apakah hidup dalam ketakutan setelah menjadi bagian operasi penyergapan Osama dan mengungkapkan identitasnya ke publik.
Setelah pensiun dari kesatuan Marinir AS, pria 42 tahun itu bekerja sebagai penulis dan sering menjadi pembicara di berbagai acara publik.
(ism, Sumber: YeniSafak)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya