Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Lisa Namuri
Dream - Obat-obatan sangat penting dipersiapkan saat traveling. Terutama obat pereda asam lambung. Sebab, saat melakukan plesir, kita banyak menjumpai makanan yang bisa memicu peningkatan asam lambung.
" Obat-obatan penting, selalu saya bawa saat traveling," kata traveler sekaligus instruktur pilates, Lisa Namuri, dalam acara 'Healthy and Fun in Wandering Time' di Munchies Bistro, Jakarta, Sabtu 22 Agustus 2015.
Bagi Lisa, obat pereda asam lambung memang penting dibawa saat bepergian. Apalagi kegemaran menyantap kuliner selama traveling. Makanan pedas, asam, dan kopi, selalu menggoda. Padahal, makanan-makanan itu bisa meningkatkan asam lambung.
" Makanya saya selalu siapin obat maag. Kalau perut kembung akibat asam lambung meningkat setelah kuliner kan ngak enak," tambah Lisa dalam acara yang didukung oleh Magasida tersebut.
Sementara, pakar kesehatan dari Kimia Farma, dokter Ade, menyarankan untuk tidak enyantap makanan yang memicu asam lambung saat traveling. Sebab, jika asam lambung meningkat, kegiatan traveling bisa terganggu.
" Jangan banyak-banyak, jangan berlebihan," tambah Ade. Saat melakukan wisata kuliner, seseorang harus memahami jenis-jenis makanan yang bisa memicu asam lambung.
Sebenarnya, tambah dia, tak hanya makanan saja yang memicu peningkatan asam lambung. Kondisi psikologi pun juga bisa meningkatkan kadar asam dalam lambung. " Kalau stres pasti asam lambung kita naik."
Agar asam lambung tak naik, selain memerhatikan jenis makanan, pola makan juga perlu diatur. " Kita harus makan secara rutin, meski sedikittapi sering," tutur Ade.
Dan yang tak kalah pentig, traveler harus sedia obat pereda asam lambung. Salah satunya Magasida. " Obat ini mengandung antasid yang bisa menetralkan asam lambung," tutur apoteker Kimia Farma, Ridho.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya