Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Chen Xingyin, 48 tahun bukan seorang pria dengan tubuh normal. Petani asal desa Tongxin, distrik Fengdu, kota Chongqing, Tiongkok ini kehilangan kedua tangannya akibat kecelakaan saat berusia 7 tahun.
Tetapi, kisah hidup Chen mampu melumerkan hati para netizen. Meski tidak bertangan, dia tidak pernah menyerah dalam berusaha dan bekerja serta tidak lelah merawat ibunya.
Chen selalu mengerjakan pekerjaannya sendiri dan tidak membutuhkan bantuan. Mulai dari bercocok tanam, beternak, memasak, mencuci baju, hingga menyuapi sang ibu yang berusia 88 tahun, dia lakukan tanpa mengandalkan bantuan orang lain.
Sejak 2004, Chen yang merupakan anak bungsu dari enam bersaudara ini merawat ibunya. Sang ibu hanya bisa tergeletak di ranjang lantaran menderita bronchitis. Chen menyuapi ibunya menggunakan mulut tiga kali sehari.
Setiap hari, Chen selalu keluar rumah pukul 3 sore. Dia pergi ke ladang membawa hewan ternaknya berupa 20 ekor kambing untuk merumput.
Saat bertani dan memasak, Chen menjalankan kegiatannya menggunakan dua kakinya. Chen begitu piawai memanen juga merontokkan biji jagung.
Kemandirian dan pengabdian Chen kepada ibunya menjadikan namanya terkenal di masyarakat sekitar. Para orangtua yang tinggal di desanya menjadikan Chen sebagai contoh dalam mendidik anak-anak mereka.
"Meski dia tidak punya lengan, dia tetap bekerja dengan cepat dibandingkan kebanyakan orang," kata salah satu tetangganya.
Sepanjang tahun, Chen telah melatih kakinya untuk mencuci, memotong dan memasak makanan. Sekarang, tampaknya tidak ada satupun pekerjaan yang cukup sulit bagi Chen.
Kisah Chen yang luar biasa mampu meluluhkan hati netizen.
"Dalam beberapa hal, kakinya terlihat lebih berguna dibandingkan tangan saya. Respek saya pada dia kebanyakan adalah bagaimana kerasnya dia bekerja membuat kehidupannya lebih baik, bukan mengandalkan bantuan dari orang lain," ujar salah satu netizen.
"Saya merasa ingin menangis ketika saya melihat gambar saat dia menyuapi ibunya," kata netizen lainnya.
"Orang-orang seperti dia layak mendapat perhatian lebih dan patut kita jadikan contoh. Saya mengharapkan dia selalu bahagia," tulis seorang netizen.
Sumber: Shanghaiist.com
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS

16 Tim Futsal Pelajar Siap Berlaga di Grand Final AXIS Nation Cup 2026, Ini Daftarnya