Cegah Bahaya MERS, Jemaah Diminta Tak Minum Susu Unta Mentah

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 21 Agustus 2015 20:02
Cegah Bahaya MERS, Jemaah Diminta Tak Minum Susu Unta Mentah
Wabah MERS tengah melanda kawasan Arab Saudi. Pada kasus tertentu bisa menyebabkan kematian.

Dream - Virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS) beberapa tahun terakhir tengah menjangkiti Arab Saudi. Virus tersebut dapat mengancam kesehatan para jemaah yang akan melaksanakan ibadah haji.

Menyadari hal itu, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek meminta jemaah tidak mendekati unta. Lebih jauh, jemaah diminta tidak mencicipi susu unta yang belum diolah.

" Jangan dekat dengan unta, lebih dekat saja dengan masjid. Saya mohon, jemaah juga jangan mencicipi susu unta mentah," ujar Nila di Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2015.

Unta merupakan hewan yang menjadi media berkembang dan tersebarnya virus MERS di Arab Saudi. Menurut Nila, MERS termasuk virus yang begitu mudah tersebar.

" Yang bahaya bisa menyebabkan kematian. Kita melihat itu di Korea Selatan," kata dia.

Selanjutnya, Nila mengingatkan jemaah untuk selalu menjaga kesehatan terutama kebersihan diri. Sebab, virus MERS bisa menjangkiti lantaran terbawa debu yang bisa menempel di mana saja.

" Sering cuci tangan dan selalu gunakan masker saat berada pada kerumunan jemaah. Yang penting ialah kebersihan nomor satu," ungkap Nila.

Lebih lanjut, Nila mengatakan para jemaah juga dibekali Kartu Kewaspadaan Penyakit dalam dokumen haji. Kartu ini digunakan untuk memantau para jemaah jika merasa mengalami gejala terserang virus MERS.

" Jika terjadi demam, panas, dan sesak napas selama 14 hari, jemaah bisa langsung membawa kartu ini ke petugas kesehatan agar diperiksa," ungkap dia.

Berdasarkan catatan tim pemeriksa kesehatan yang diterima Nila, para jemaah tahun ini banyak berusia lanjut. Dari 450 jemaah yang berangkat dari embarkasi Jakarta, sebanyak 37 orang diberi tanda gelang merah dan 173 orang diberi tanda gelang kuning.

Gelang merah menandakan jemaah memiliki tingkat kesehatan yang rentan sehingga harus selalu dipantau oleh petugas. Sedangkan pengguna gelang kuning adalah jemaah haji yang memiliki penyakit dengan tingkat risiko sedang.

 

Beri Komentar