Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Penulis Ini Pura-pura Meninggal Agar Novelnya Laris, 3 Tahun Baru Ketahuan (Shutterstock)
Dream – Menjadi seorang penulis novel memang tidak mudah. Selain dituntut untuk menulis sesuai target, mereka juga harus menghasilkan cerita yang menarik.
Apalagi jika sudah capek-capek menulis, tapi novel yang diterbitkan tidak laku di pasaran. Namun, penulis novel satu ini punya cara unik agar novelnya bisa tetap laris.
Novelis bernama Susan Meachen itu pura-pura meninggal agar novel terbarunya laris di pasaran. Setelah bersembunyi selama tiga tahun, Susan Meachen akhirnya muncul kembali dengan pengakuannya.
Dikutip dari New York Post, penulis yang terkenal dengan karya berjudul “ Losing Him & Finding You” itu memalsukan kematiannya pada 2020. Kabar itu sontak membuat gempar penggemar.
Menurut laporan, Susan Meachen meninggal bunuh diri karena intimidasi online. Namun, baru-baru ini Susan kembali muncul dan memberi klarifikasi.
“ Saya berdebat tentang bagaimana melakukan ini jutaan kali dan masih tidak yakin apakah itu benar atau tidak."
“ Akan ada banyak pertanyaan dan banyak orang meninggalkan grup, saya kira. Tapi keluarga saya melakukan apa yang menurut mereka terbaik untuk saya dan saya tidak bisa menyalahkan mereka untuk itu," ujar Susan dalam postingan media sosialnya.
Meachen mengungkap bahwa dirinya didiagnosis mengidap gangguan bipolar. Yang menyebabkan garis kabur antara identitasnya sebagai penulis dan sebagai salah satu karakternya sendiri.
Suami Susan, Troy, mengatakan kecanduan dunia buku online menimbulkan risiko serius bagi kesehatan istrinya.
Mendorong pasangan yang ini untuk menginstruksikan putrinya memposting status Facebook palsu berupa kematian.
“ Saya minta maaf atas duka mereka, tetapi dari sudut pandang hukum, saya tidak melakukan kesalahan apa pun. Secara moral, saya mungkin telah melakukan sesuatu yang salah. Tapi secara hukum, tidak ada yang salah," kata Susan.
Namun, beberapa orang menuntut agar dia ditangkap karena penipuan, setelah sebelumnya menyumbang penggalangan dana untuk dirinya.
Laporan: Cika Puspita
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam