Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Pixabay.com)
Dream - Menertibkan masyarakat untuk tetap menerapkan protokol tinggal di rumah tenyata tak semudah membalikkan telapak tangan. Jangankan di Indonesia dengan penduduk ratusan juta orang, di negara maju dengan tingkat pendidikan lebih baik seperti Amerika Serikat, imbauan itu masih saja dilanggar.
Segelintir warga Negeri Paman Sam ini menyepelakan status negaranya yang saat ini menjadi pusat pandemik Covid-19 di dunia. DataJohn Hopkins University hingga Selasa, 26 Mei 2020 pukul 17.32 WIB mencatat warga AS yang menjadi pasien terkonfirmasi positif telah berjumlah 1.662.768 orang.
Kasus kematian akibat Covid-19 di AS juga tertinggi dunia dengan korban meninggal berjumlah 98.223 orang. New York sebagai mesin utama bisnis AS menjadi wilayah paling banyak melaporkan kasus meninggal dunia karena virus Corona ini.
Sayangnya jutaan orang yang tertular virus Corona dan puluhan ribu yang meninggal dunia tak lantas membuat masyarakat AS ketakutan dan berdiam diri di rumah. Mereka masih tetap beraktivitas di luar rumah bahkan menggelar sebuah pesta.
Mengutip laman Daily Star, dilaprkan ratusan penduduk Missouri, AS datang ke sebuah pesta di sebuah kolam renang di Danau Ozarks. Tindakan warga dari presiden Donald Trump ini seperti menelanjangi imbauan protokol kesehatan yang telah dikeluarkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan pemerintah setempat.
Aksi pesta di daerah wisata itu memicu reaksi kemarahan publik yang selama ini mentaati protokol kesehatan.
Menurut informasi, pesta tersebut berlangsung pada Sabtu pekan lalu. Foto dan video yang diambil dari pesta tersebut menujukkan banyaknya perahu kecil yang sedang bersandar di danau. Sementara terdapat banyak orang lainnya merayakan kedatangan musim panas dengan menari, berenang dan minum di sebuah kolam renang.
Setiap tahunnya, banyak warga Amerika yang datang ke tempat wisata tersebut untuk memperingati Memoridal Day. Meskipun bencana Covid-19 tengah terjadi, masih banyak saja warga AS yang tetap melangsungkan acara tersebut.
(Sah, Sumber: Daily Star)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya