Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Duka kembali datang dari dunia medis. Seorang perawat, Sisca Febrianti, 31 tahun, meninggal dunia akibat Covid-19.
Sisca adalah perawat di RS Ibnu Sina Kota Pekanbaru, Riau. Dia juga tercatat sebagai tenaga medis yang turut dalam penanganan Covid-19.
Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Riau, Indra Yovi, mengatakan Sisca sempat menjalani perawatan selama delapan hari. Sisca sempat dipindahkan ke ICU RS Ibnu Sina dan menggunakan ventilator.
Indra mengatakan, Sisca adalah sosok berdedikasi. Sisca terjun mengangani pasien Covid-19 sejak April.
" Beliau perawat berdedikasi tinggi, tidak pernah mengeluh selama enam bulan dan tidak pernah minta pindah area kerja, beliau anak yatim yang juga menafkahi dua orang adiknya," kata Yovi.
Yovi menyatakan Sisca menjadi tenaga kesehatan pertama di Riau yang meninggal akibat Covid-19. Sisca terinfeksi Covid-19 setelah merawat para pasien tanpa lelah.
" Kami semua, tenaga kesehatan yang maju langsung menangani Covid-19 di ruangan isolasi sangat terpukul dan sedih atas musibah hari ini," kata Yovi.
Namun demikian, dia menegaskan seluruh tenaga medis tidak akan mundur. Tetap akan memberikan pelayanan terbaik bagi semua pasien Covid-19.
" Kami tidak akan mundur hanya gara-gara isu yang tidak penting, kami ikhlas dan tetap bersemangat," kata Yovi.
Yovi pun menyatakan sosok Sisca akan terus mengabadi. Perjuangannya akan menjadi kenangan, terutama di kalangan tenaga medis.
" Kami tidak akan mengecewakan beliau, kami akan terus berjuang. Terima kasih untuk semua yang sudah mendoakan Siswa dan mendoakan perjuangan kami," kata dia.
Sumber: Merdeka.com/Abdullah Sani
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Satuan Tugas Penangan Covid-19 Riau mengaku kekurangan tenaga medis. Oleh sebab itu, Pemprov Riau akan membuka rekrutmen untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis dalam upaya penangan Covid-19. Hal tersebut disampaikan Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar.
" Kita kekurangan tenaga medis, baik bidang kesehatan, termasuk rumah sakit. Maka kita akan melakukan rekrutmen sendiri-sendiri," kata Syamsuar, dikutip dari Merdeka.com, Rabu 16 September 2020.
Nantinya tenaga Dinas Kesehatan akan bekerja sama dengan IDI dan PPNI, ini kaitannya agar mereka (tenaga medis yang direkrut) bisa dibawa latihan.
" Jika telah direkrut mereka tidak bisa langsung bekerja. Tapi harus diberi petunjuk-petunjuk dulu agar mereka siap bekerja sesuai protap penanganan Covid-19," ujarnya.
Syamsuar berahap, tenaga medis baru yang direkrut langsung siap bekerja untuk membantu penanganan Covid-19 di Riau.
" Nanti akan ada pembicaraan lanjutan terkait dengan tenaga medis ini. Tadi baru memperhitungkan, kalau Pemko Pekanbaru membutuhkan sekitar 200 orang, kalau kita (Pemprov Riau) baru diinventarisir, baik dari RSUD Arifin Achmad, maupun Dinas Kesehatan," terangnya.
Syamsuar menambahkan, di Dinas Kesehatan, tenaga medis akan melayani di fasilitas-fasilitas luar rumah sakit. Tapi khusus rumah sakit, mereka (pihak rumah sakit) diberikan kebebasan untuk merekrut, baik dokter dan perawatannya.
" Tapi untuk berapa jumlah yang akan direkrut itu belum ditetapkan," jelasnya.
Dia telah memerintahkan agar masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dapat menghitung kebutuhan tenaga medis yang diperlukan.
" Saya minta ini dalam waktu sesingkat-singkatnya. Satu atau dua hari ke depan, masing-masing pihak menyiapkan jumlah tenaga medis sesuai dengan yang dibutuhkan berkaitan dengan pelayanan isolasi mandiri," tutup Syamsuar.
Sumber: merdeka.com
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya