Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Bayi Yang Baru Lahir. (foto: Indiatimes.com)
Dream - Di sebuah desa dekat Bhopal, India, para calon ibu dilarang melahirkan di dalam wilayah desa mereka.
Beberapa mungkin menyebutnya sebagai kepercayaan, sementara yang lain menganggapnya sebagai takhayul, tapi ini adalah realitas sebuah desa yang terletak hampir 70 km jauhnya dari ibukota negara bagian Bhopal.
Desa Sanka Jaagir di Rajgarh wilayah Madhya Pradesh tidak membolehkan para calon ibu untuk melahirkan bayi mereka di dalam wilayah desa.
Desa ini memiliki penduduk sekitar 1.200 jiwa dan sebagian besar keluarga yang tinggal di sini mayoritas adalah masyarakat Gurjar.
© Dream
Tetua desa mengisahkan bahwa lebih dari 50 tahun yang lalu dia terakhir kali melihat wanita melahirkan bayinya di dalam wilayah desa. Menurut kepercayaan masyarakat Gurjar jika itu terjadi, bayi yang baru lahir akan mati atau bayi itu hidup tapi kondisi tubuhnya cacat.
Menurut cerita yang diterbitkan oleh Jagran.com, penduduk desa percaya bahwa bertahun-tahun yang lalu, desa ini memiliki sebuah kuil yang didedikasikan untuk dewa utama Shyam Ji yang merupakan kepala suku daerah Rajput.
Untuk menjaga kesucian suci candi, para tetua desa memutuskan untuk mengirim kaum perempuan ke luar wilayah desa untuk melahirkan bayinya.
© Dream
Dalam rangka untuk menenangkan dewa mereka, penduduk setempat dilaporkan bahkan tidak mengonsumsi minuman keras. Mereka yang melakukan itu tidak boleh masuk desa sampai mereka tidak mabuk.
Bahkan hingga sekarang kepercayaan tersebut tetap kuat dan para suami akan 'mengusir' istri mereka saat akan melahirkan bayi.
Biasanya para calon ibu itu meninggalkan desa mereka dan pergi ke rumah sakit di kota untuk melahirkan.
Namun kepala desa yang sekarang, Narender Singh Gurjar, ingin mengubah tradisi tersebut. Dikutip oleh bhaskar.com, Narender mengatakan akan membangun klinik bersalin dan pusat kesehatan masyarakat di desa Sanka Jaagir dengan menyediakan fasilitas untuk melahirkan.
(sumber: www.indiatimes.com)
Baca Juga: Wanita Berkulit Merah Bersalin, Dokter Terkejut Lihat Bayinya Rahasia Kasrin Naik Haji Gaib Terkuak, Ini Temuan MUI Berat Timbangan Amal Seimbang, Dimana Tempatnya? Kisah Pilu Mempelai Ditipu `Wedding Planner` Ancaman Bagi Orang yang Memisahkan Ibu dan Anak
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya