Peringatan Menohok Hotman Paris untuk Najwa Shihab

Reporter : Eko Huda S
Minggu, 4 Maret 2018 11:15
Peringatan Menohok Hotman Paris untuk Najwa Shihab
Hotman Paris dan Najwa Shihab, sedang ramai dibincangkan netizen dalam dua hari terakhir.

Dream - Dua pesohor, Hotman Paris dan Najwa Shihab, sedang ramai dibincangkan netizen dalam dua hari terakhir. Hotman memberi peringatan kepada Najwa yang membuat ungahan tentang Novel Baswedan, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang disiram air keras oleh orang tak dikenal.

Dalam unggahannya itu, Najwa menulis bahwa Novel merupakan aparat negara. Mata Novel, tulis Najwa, adalah mata negara. "Jika negara gagal melindungi aparatnya, bagaimana negara bisa mengurusi kawula," tulis Najwa.

Hingga saat ini, polisi memang belum mampu menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap Novel tersebut. Meskipun sejumlah sketsa wajah yang diyakini sebagai pelaku penyiraman air keras kepada Novel telah disebar kepada masyarakat.

Dalam unggahan itu pula Najwa menulis optimisme pemberantasan korupsi tak akan pudar dengan serangan kepada Novel. Tekad dan kerbanian akan terus menjadi semangat memberantas korupsi.

 

#CatatanNajwa Novel Baswedan adalah aparat negara/ matanya adalah mata Indonesia// Jika negara gagal melindungi aparatnya/ bagaimana negara bisa mengurusi kawula// Mata itu sedang sakit dan melepuh/ daya pandangnya terancam merapuh// Retina bisa saja dibikin ringkih/ namun optimisme tak boleh menyisih// Tekad yang berapi dan hati penuh nyali/ menjadi pandu menembus gelap korupsi// Publik jangan dianggap sebelah mata/ kemarahan adalah energi tak terkira// Jika hanya marah yang kami punya/ kami akan marah demi negeri tercinta// Kami adalah jutaan mata yang selalu nyalang/ kepal tangan yang tak akan mudah tumbang//* #kamibersamaNovel #SebelahMata #MenolakTakluk #LawanTeror #JihadAntiKorupsi #MataNajwa #MataNajwadiTrans7 #NarasiTV

A post shared by Najwa Shihab (@najwashihab) on

Dia juga meminta agar tak memandang sebelah mata publik. Sebab, kemarahan masyarakat merupakan energi yang tak terkira. "Jika hanya marah yang kami punya, kami akan marah dmei negeri tercinta."

"Kami adalah jutaan mata yang selalu nyalang, kepal tangan yang tak akan mudah tumbang," tutup Najwa.

Unggahan itulah yang mendapat komentar dari Hotman. Pengacara kondang itu mengunggah dua video untuk menanggapinya.

1 dari 2 halaman

Pesan Menohok Hotman

Hotman memnita kepada para pesohor untuk berhati-hati dalam membuat pernyataan. Dia meminta para pesohor untuk tidak tendensius yang mendiskreditkan negara dan aparat.

Menurut dia, sangat tidak bagus bila seseorang begitu saja menyalahkan negara di hadapan ratusan juta orang. " Jangan mencari popularitas dengan cara begitu seolah-olah pejuang. Itu tidak bagus. Mari kita proporsional," kata dia.

Dalam caption vdeo itu, Hotman menulis pesan ini ditujukan untuk host televisi yang membuat unggahan dengan kalimat menyalahkan negara. " Apa host punya kepentingan bahas satu kasus yang sedang berjalan di bahas berulang-ulang dan host tersebut posting kesimpulan sepihak?" tulis Hotman.

Menurut dia, membahas sebuah kasus boleh saja. Tapi, tambah dia, jangan satu kasus yang sedang jalan. Apalagi kasus itu sedang berjalan. " Dan host posting kesimpulan fakta di IG? Dan salahkan negara! Siapa dia?"

Hotman memperingatkan pada aturan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. " Baca dulu posting dia di IG sebelum komen! Tendensius memposting kalimat " negara gagal" ."

" Gagal mencegah atau gagal ungkap pelaku? Ini kalimat tendensius dan host tidak berhak simpulkan fakta! Aku justru cinta ingatin dia jangan sampai dilapor UU ITE oleh pihak yang dirugikan! Buat kalimat jelas agar anda aman! Anda kritik aku karena anda gagal paham isi caption ini."

2 dari 2 halaman

Lihat Video Peringatan Hotman di Sini

 

Mari memakai bahasa yang tidak tendensius! Pesan kepada host satu acara TV yang posting kalimat salahkan Negara! Apa host punya kepentingan bahas satu kasus yang sedang berjalan di bahas berulang-ulang dan host tersebut posting kesimpulan sepihak? Bahas boleh saja tapi jangan satu kasus yang sedang jalan di bahas berulang ulang dan host posting kesimpulan fakta di ig? Dan salahkan negara! Siapa dia? Awas UU ITE! Baca dulu posting dia di ig sebelum komen! Tendensius memposting kalimat "negara gagal". Gagal mencegah atau gagal ungkap pelaku? Ini kalimat tendensius dan host tidak berhak simpulkan fakta! Aku justru cinta ingatin dia jangan sampai di lapor UU ITE oleh pihak yang dirugikan! Buat kalimat jelas agar anda aman! Anda kritik aku karena anda gagal paham isi caption ini.

A post shared by Dr. Hotman Paris Hutapea SH MH (@hotmanparisofficial) on

Video ke dua:

 

Lihat postingnya yang terang-terangan salahkan negara tidak lakukan pengamanan? Siapa dia berhak umumkan vonnis? Apakah Negara salah kalau Anda di sengaja di tabrak musuhmu di toll? Host harusnya netral tidak mengumumkan kesimpulan pribadi. Kenapa yang di bahas kasus yang sedang berjalan berulang-ulang? Dan posting kesimpulan sendiri? Membahas boleh aja tapi host tidak ada wewenang simpulkan fakta dan salahkan negara! Siapa dia? Negara marah bisa kena UU ITE! Baca dulu posting dia di ig sebelum komen! Aku cinta dia makanya aku ingatin takut di lapor UU ITE oleh pihak yang tidak suka! Kata "negara gagal" amat tendensius. Bisa gagal cegah perbuatan pidana atau gagal sidik?

A post shared by Dr. Hotman Paris Hutapea SH MH (@hotmanparisofficial) on

Beri Komentar
Wasiat Terakhir Ustaz Arifin Ilham