Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Supriadi Dan 'Lautan Jenazah' (Sumber: The Rakyat Post)
Dream - Cerita haru ini harus kembali diangkat. Mengingat Desember 2014 ini merupakan peringatan pasca 10 tahun tragedi tsunami di Aceh. Ini adalah kisah nyata seorang pelukis Aceh, yang berjuang mati-matian untuk bisa mengindahkan pesan dan permintaan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.
" Lukisan itu berjudul Lautan Jenazah," kata Supriadi si pelukis kelahiran Montasik, Aceh Besar, September 1965. Supriadi kecil tumbuh dan berkembang di Medan Sumatera Utara.
Kisah bermula saat Presiden SBY terbang ke Aceh melihat kondisi pasca-tsunami. SBY tertegun begitu melihat lukisan Supriadi. " Tolong bawa lukisan ini ke Istana Negara di Jakarta," kata Presiden SBY kala menghadiri peringatan setahun tsunami Aceh, 26 Desember 2005.
Di situlah, perjalanan panjang dan berat Supriadi menyiapkan keberangkatannya ke Jakarta, Istana Negara Kepresidenan. Supriadi bukan pelukis berduit. Untuk ke Jakarta, dia meminta dukungan pemda setempat. Tapi semua tutup pintu. Tak ada satupun pejabat yang memberikan bantuan untuk keberangkatannya ke Jakarta.
Ijazah pun digadai di loket bus demi selembar tiket. Sampailah di Jakarta. Masih butuh waktu dua bulan untuk bertemu Presiden SBY. Menunggu cukup lama, hari besar itu datang juga. Saat masuk ke dalam Istana, jelang penyerahan, Supriadi semakin terbelalak. Karena semua pejabat Aceh sampai Pjs Gubernur Aceh juga hadir. Ia sempat ingin menitikkan air mata membandingkan perjalanannya ke Istana. Simak kisah selengkapnya di sini (Ism, Sumber: Motivator Indonesia)
Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi
Ayo berbagi traffic di sini!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya