Perjuangan Dakwah Habib Selon Hingga Menjelang Ajal

Reporter : Puri Yuanita
Senin, 28 Desember 2015 14:45
Perjuangan Dakwah Habib Selon Hingga Menjelang Ajal
"Subhanallah, almarhum begitu bersemangat berdakwah hingga menjelang berpulang. Tak peduli walaupun kondisi tubuhnya mungkin sudah kelelahan," ujar Ustaz Ahmad.

Dream - Salah satu petinggi Front Pembela Islam (FPI), Habib Salim Alatas, meninggal dunia pada Senin 28 Desember 2015 pukul 05.00 WIB. Mubaligh yang akrab disapa Habib Selon itu meninggal saat dirawat di RS Jatinegara.

Duka pun menyelimuti keluarga dan sahabat Almarhum. Diakui salah seorang rekan almarhum, Ustaz Ahmad Fauzi, Habib Selon begitu gigih berdakwah hingga menjelang akhir hayatnya.

" Subhanallah, almarhum begitu bersemangat berdakwah hingga menjelang berpulang. Tak peduli walaupun kondisi tubuhnya mungkin sudah kelelahan," ujar Ustaz Ahmad saat dihubungi Dream, Senin, 28 Desember 2015.

Ustaz Ahmad melanjutkan, beberapa hari menjelang wafat, kondisi kesehatan Habib Selon memang sudah tidak baik. tapi Beliau tak terlalu menghiraukannya.

" Saat selesai ceramah di salah satu masjid Jakarta Selatan, kita sempat kumpul-kumpul, berdiskusi sebentar. Beliau bahkan sempat makan tumpeng saat ada acara DKM (Dewan Kemakmuran Masjid). Nah saat makan tumpeng beliau sempat batuk-batuk, dan mengeluarkan darah. Tapi beliau tidak mau terlalu menggubris. Beliau melanjutkan ceramah ke lokasi lain," terang Ustaz Ahmad.

Sementara itu, saat ini jenazah Habib Selon tengah disemayamkan di rumah duka di belakang Masjid Al Ma'mur RT 06 RW 06 Kampung Sawo Kecik, Lapangan Ros, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan.

Jenazah akan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak sore ini.

Habib Selon merupakan salah satu petinggi FPI yang menjabar sebagai Wakil Ketua Bidang Dakwah. Sebelumnya, dia tercatat sebagai Ketua Tanfidzi DPD FPI DKI Jakarta.

1 dari 3 halaman

Pesan Terakhir Habib Selon

Dream - Salah satu petinggi Front Pembela Islam (FPI), Habib Salim Alatas atau yang akrab disapa Habib Selon, meninggal dunia, pada Senin, 28 Desember 2015 pukul 05.00 WIB.

Dikabarkan, mubaligh kondang itu meninggal saat dirawat di RS Jatinegara. " Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah berpulang ke rahmatullah, Al Mujahid wad Dai Ilallah, Habib Salim Alatas,"  tulis akun Twitter resmi FPI, @DPP_FPI, Senin 28 Desember 2015.

Beberapa waktu sebelum wafat, Habib Selon masih giat berdakwah meski kondisi kesehatannya sudah dirasa tidak baik.

Beberapa hari lalu saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, Almarhum Habib Selon bahkan masih mengisi jadwal ceramah di beberapa tempat sekaligus dalam sehari.

Seolah menjadi 'firasat terakhir' sebelum wafat, dalam sebuah ceramahnya saat perayaan Maulid Nabi di salah satu Masjid di Jakarta Selatan, Habib Selon berpesan pada masyarakat untuk tetap gigih meneruskan dakwah Rasulullah SAW.

" Dalam momen tersebut kurang lebih intinya Beliau (Habib Selon) berpesan pada jemaah untuk gigih meneruskan dakwah Rasulullah SAW," ujar Ustaz Ahmad Fauzi, salah seorang rekan Almarhum, saat diwawancarai Dream via telepon.

Ustaz Ahmad Fauzi menambahkan, dirinya begitu mengagumi perjuangan dakwah Almarhum. " Subhanallah, Beliau tetap gigih berjuang, berdakwah hingga menjelang akhir hayatnya," tutup Ustaz Ahmad.

2 dari 3 halaman

Habib Selon FPI Meninggal Dunia

Dream - Salah satu petinggi Front Pembela Islam (FPI), Habib Salim Alatas, meninggal dunia pada pukul 05.00 WIB, Senin 28 Desember 2015. Pria yang lebih dikenal dengan nama Habib Selon itu meninggal saat dirawat di RS Jatinegara.

" Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah berpulang ke rahmatullah, Al Mujahid wad Dai Ilallah, Habib Salim Alatas," tulis akun Twitter resmi FPI, @DPP_FPI, Senin, 28 Desember 2015.

Saat ini jenazah tengah disemayamkan di rumah duka di belakang Masjid Al Ma'mur RT 06 RW 06 Kampung Sawo Kecik, Lapangan Ros, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan.

Jenazah akan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak sore ini.

Habib Selon merupakan salah satu petinggi FPI yang menjabar sebagai Wakil Ketua Bidang Dakwah. Sebelumnya, dia tercatat sebagai Ketua Tanfidzi DPD FPI DKI Jakarta.

3 dari 3 halaman

Isi Lengkap Ceramah `Sampurasun` Habib Rizieq

Dream - Sejumlah tokoh pemimpin di kawasan Jawa Barat mendesak Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab untuk meminta maaf. Ini lantaran Habib Rizieq dinilai telah menghina adat Sunda.

Dalam salah satu ceramah, Habib Rizieq mengganti salam Sunda 'Sampurasun' menjadi 'Campur Racun'. Sontak ceramah yang dilakukan pada 24 November 2015 di kawasan Pasar Rebo, Purwakarta ini memicu amarah di kalangan masyarakat Sunda.

Berikut ceramah Habib Rizieq tersebut, yang dimuat dalam laman resmi fpi.or.id:

Bismillaah wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...

Sampurasun adalah ucapan selamat masyarakat Sunda yang sangat terkenal dan mengandung unsur penghormatan kepada sesama.

Sampurasun sebagai ADAT Sunda yang punya makna sangat baik dan amat bagus, serta boleh digunakan untuk menyapa sebagai penghormatan, selama tidak dijadikan sebagai pengganti SYARIAT " Assalaamu 'Alaikum" .

Jadi, jangan adu domba ADAT dan SYARIAT, karena masing-masing ada tempat dan syarat serta cara penggunaan.

SALAM NUSANTARA

Di masyarakat Indonesia ucapan Selamat Pagi, Selamat Siang, Selamat Sore, Selamat Petang dan Selamat Malam merupakan salam pergaulan nasional untuk penghormatan terhadap sesama. Tentu sah-sah saja digunakan oleh masyarakat Indonesia, sebagaimana di masyarakat Arab ada ungkapan " Shobaahul Khoir" di pagi hari dan " Masaa-ul Khoir" di petang hari.

Namun, ketika ada pihak yang ingin menjadikan salam pergaulan nasional sebagai pengganti " Assalaamu 'Alaikum" di tengah umat Islam, dengan alasan karena " Assalaamu 'Alaikum" hanya merupakan Adat dan Tradisi Arab yang tidak ada kaitan dengan ajaran Islam, tentu jadi persoalan yang sangat serius.

ASSALAAMU 'ALAIKUM

Salam masyarakat Arab Jahiliyyah pada mulanya adalah " Wa Shobaahaa" , atau yang sejenisnya, lalu datang Islam mengajarkan umatnya untuk menggunakan " Assalaamu 'Alaikum" sebagai Tahiyyatul Islam yaitu salamnya kaum muslimin.

Sejak itu " Assalaamu 'Alaikum" adalah Salam Islam bukan Salam Arab. Dan Salam Islam menjadi salah satu rukun Shalat yang tidak sah Shalat tanpanya.

Nah, jika " Assalaamu 'Alaikum" mau diganti dengan salam pergaulan nasional, lalu apakah nanti salam Shalat Shubuh jadi Selamat Pagi, dan salam Shalat Zhuhur jadi Selamat Siang, serta salam Shalat Ashar jadi Selamat Sore, kemudian salam Shalat Maghrib jadi Selamat Petang, sedang salam Shalat Isya jadi Selamat Malam ???

Camkan ... !!!

BUPATI PURWAKARTA

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, sejak memimpin Purwakarta terus berusaha menghidupkan kembali ajaran " Sunda Wiwitan" , sehingga ia menghiasi Purwakarta dengan aneka patung pewayangan seperti patung Bima dan Gatotkaca, bahkan ditambah dengan aneka patung Hindu Bali.

Dia pun mengaku telah melamar Nyi Roro Kidul dan mengawininya. Selanjutnya, ia membuat Kereta Kencana yang konon katanya untuk dikendarai sang isteri, Nyi Roro Kidul. Kereta Kencana tersebut dipajang di Pendopo Kabupaten Purwakarta, dan diberi kemenyan serta sesajen setiap hari, lalu dibawa keliling Purwakarta setahun sekali saat acara Festival Budaya, dengan dalih untuk membawa keliling Nyi Loro Kidul buat keberkahan dan keselamatan Purwakarta.

Dedi juga menganjurkan agar siapa yang mau selamat lewat di jalan Tol Cipularang agar menyebut nama Prabu Siliwangi. Dan beberapa tahun lalu, Dedi juga pernah menyatakan bahwa suara seruling bambu lebih merdu daripada membaca Al-Qur'an.

Selain itu, pohon-pohon di sepanjang jalan kota Purwakarta diberi kain " Poleng" , yaitu kain kotak-kotak hitam putih, bukan untuk " Keindahan" , tapi untuk " Keberkahan" sebagaimana adat Hindu Bali, dan Dedi pun mulai sering memakai ikat kepala dengan kembang seperti para pemuka adat dan agama Hindu Bali.

Dedi tidak bangga dengan Islamnya, tapi ia bangga dengan patung, sesajen dan takhayyulnya, yang dikemas atas nama Kearifan Lokal (Local Wisdom).

Saat banyak Ulama dan para Da'i mulai memprotes dan mengkritik peri laku " Syirik" Dedi, maka serta merta Dedi membuat Perbup (Peraturan Bupati) tentang larangan ceramah provokatif yang menentang kebijakannya.

Belakangan, Dedi mulai sering meninggalkan Salam Syariat Islam " Assalaamu 'Alaikum" dan diganti dengan Salam Adat Sunda " Sampurasun" . Dimana saja dan kapan saja, Dedi terus mengkampanyekan aneka budaya " Syirik" nya yang dibungkus dengan nama " Adat" dan " Budaya" , serta dikemas dengan salam santun masyarakat Sunda " Sampurasun" .

Bahkan Dedi dalam salah satu bukunya yang berjudul SPIRIT BUDAYA menyebut bahwa Islam adalah BUDAYA. Padahal, Islam adalah Aqidah, Syariat dan Akhlaq yang bersumber dari WAHYU ALLAH SWT, sedang Budaya bersumber dari akal pemikiran dan perilaku manusia.

Pada halaman latar belakang buku tersebut tertulis : “ Warga Baduy mengajarkan kepada kita untuk tidak melawan alam. Dalam pemahaman saya (Dedi Mulyadi, red) merekalah yang beragama dan yang bertuhan secara benar.”

Selanjutnya di halaman 16 tertulis : “ Kebudayaan itu derajat manusia, persis seperti agama.” Lalu pada halaman 17 : “ Saya sendiri menginginkan Sunda yang sesuai dengan wiwitan atau identitas awalnya, Sunda yang menyerahkan diri terhadap alam yang tidak mengenal simbolisasi penyembahan.”

Akhirnya, banyak kalangan pemuka masyarakat Islam Purwakarta menyebutkan bahwa Dedi bukan sedang memasyarakatkan " Sampurasun" , tapi sedang merusak umat Islam Purwakarta dengan " Campur Racun" .

Tentu kita setuju, bahwasanya Dedi Mulyadi memang bukan sedang memasyarakatkan kesantunan salam Sunda " Sampurasun" , tapi dia memang sedang merusak umat Islam Purwakarta dengan " Campur Racun" , yaitu meracuni aqidah umat dengan aneka perbuatan " Syirik" .

Karenanya, kami serukan jaga kesantunan ADAT " Sampurasun" dalam rawatan SYARIAT " Assalaamu 'Alaikum" , sehingga ADAT dan SYARIAT tetap seiring sejalan.

Ayo, selamatkan " Sampurasun" , dan tolak " Campur Racun" .

Hasbunallaahu wa Ni'mal Wakiil ...
Ni'mal Maulaa wa Ni'man Nashiir ...

Jawaban Dedi Mulyadi 

Menanggapi pernyataan mantan Ketua FPI itu, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi meminta agar Habib Rizieq tidak menilai seseorang secara kasat mata. Karena menurut Dedi, keimanan manusia bukan dinilai oleh manusia, tapi hanya Tuhan yang mengetahuinya.

" Keimanan seseorang itu tidak bisa dilihat dari kasat mata, karena keimanan itu adanya didalam hati, maka hanya Allah yang maha mengetahuinya," kata Dedi, dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 26 November 2015. 

Selain itu, Dedi juga meminta pembuktian atas tuduhan yang dialamatkan Habib Rizieq kepadanya yang telah melamar dan menikahi Ratu Pantai Selatan Nyai Roro Kidul.

Bahkan Dedi meminta pembuktian agar Rizieq menunjukan Kantor Urusan Agama (KUA) yang dijadikan tempatnya menikah. Sehingga pernyataan tersebut tidak sekedar fitnah.

" Barangkali Habib bisa membuktikan saya menikah dengan Nyi Roro Kidul, kalau tahu tunjukan di Kantor Urusan Agama Mana?" ujar Dedi. (Ism) 

Beri Komentar