Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ellie Anderson (Foto: Central Scotland News Agency)
Dream – Louise Anderson, seorang ibu yang tengah memperjuangkan impian putrinya untuk memiliki anak. Sang anak adalah seorang transgender yang meninggal pada usia 16 tahun. Dan sampel sperma yang dimilikinya harus dihancurkan.
Nyonya Anderson mengatakan keinginan terbesar putrinya, Ellie, adalah menjadi seorang ibu.
Bahkan setelah Ellie menjadi transgender, ia tetap menyimpan sampel spermanya. Namun, Ellie meninggal secara mendadak pada bulan lalu.
Namun, belakangan Anderson menemukan sebuah kabar, sampel sperma milik putrinya harus dihancurkan dalam beberapa hari.
Ia pun berencana membawa masalah ini ke pengadilan. Dalam upaya mewujudkan keinginan putri tercintanya.

Ellie terlahir sebagai laki-laki. Namun, ia diidentifikasi sebagai perempuan sejak berusia 3 tahun. Dan berencana menjalani operasi penggantian kelamin pada usia 18 tahun.
Selama waktu menunggu itu, Ellie menunda penggunaan hormon penghambat untuk memunkingkan spermanya dikumpulkan dan disimpan.
Sehingga ia dapat memiliki seorang anak. Anderson menggunakan donor sel telur dan ibu pengganti untuk mendapatkan seorang cucu.
“ Keinginan terbesar Ellie adalah menjadi seorang ibu. Saya akan melakukan semua yang saya bisa untuk menghormati keinginannya,” kata Anderson.

Menurut hukum di Inggris, jika Ellie sudah menjalin hubungan dan memiliki pasangan saat kematiannya, maka pasangannya berhak meminta sampel spermanya untuk disimpan.
Tetapi menurut putusan deklarator dari sidang pengadilan, hak itu tidak dapat dialihkan kepada ibunya.
Sehingga Anderson terus berjuang untuk mengabulkan keinginan Ellie di pengadilan. Dengan pada hakim diminta menjadi interdict yaitu mencegah Klinik Kesuburan Rumah Sakit Glasgow menghancurkan sampel sperma Ellie.
Pengadilan kemudian akan diminta untuk menggunakan hak khusus untuk menemukan solusi hukum atas permasalah tersebut.
(Sumber: mirror.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam