Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ponidi, Penjual Papeda Yang Gemar Sedekah (Daarul Quran)
Dream - Ponidi, 65 tahun, sudah sebulan tak bisa mencari nafkah. Gerobak tempat berdagang jajanan papeda, jajanan berbahan sagu, rusak.
Saat sebelum gerobaknya rusak, Ponidi berpindah dari satu sekolah ke sekolah lain di Palembang untuk jualan papeda. Aktivitas tersebut berhenti total setelah gerobaknya tidak bisa lagi digunakan.
Pernah terpikir dan mencoba berjualan di rumah. Sayangnya, Ponidi harus merugi karena dagangannya tidak laku.
Ponidi sudah lama ingin mengganti gerobak tuanya. Setiap kali melintas di depan bengkel las, Ponidi berharap gerobaknya yang terbuat dari kayu berganti dari besi.
Meski hidup dalam kesederhanaan, semangat Ponidi untuk berbagi tidaklah putus. Dia dan keluarga rajin sedekah dalam kondisi apapun.
Bagi Ponidi, sedekah bukan amalan sulit. Tak perlu harus dengan uang, makanan juga bisa.
Dia sering membagikan makanan kepada tetangganya yang tengah kesulitan. Ponidi tak pernah khawatir dan selalu yakin pada janji Allah yang akan mencukupkan rezeki bagi orang ikhlas bersedekah.
Semangat yang besar Ponidi dalam berbagi menginspirasi PPPA Daarul Quran Palembang. Lembaga ini tergerak mewujudkan mimpi Ponidi memiliki gerobak baru lewat program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kecil.
Dengan dana zakat dan sedekah yang merupakan amanah dari donatur, Daarul Quran Palembang memberikan satu unit gerobak lengkap dengan peralatannya kepada Ponidi. Dia kini bisa kembali berjuang mencari nafkah untuk keluarga.
" Semoga ekonomi Pak Ponidi semakin bertumbuh, dagangannya laris dan semakin istiqomah untuk berbagi," kata Kepala Cabang PPPA Daarul Quran Palembang, Dwi Frihanto.
Dwi mengatakan pihaknya akan terus mendampingi para mustahik agar makin mandiri dan terampil mengelola usaha.
" Ada banyak mustahik yang perlu diberdayakan, semoga PPPA Daarul Qur'an Palembang dapat merangkul dan memberdayakan mereka dengan dana zakat dan sedekah dari para donatur," kata Dwi.
Sumber: PPPA Daarul Quran
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya