Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sergio Canavero
Dream - Kemajuan teknologi di bidang kedokteran semakin mengagumkan. Baru-baru ini, ilmuwan Italia, Sergio Canavero, mengumumkan keberhasilannya melakukan transplantasi kepala pada jenazah.
Melalui sebuah konferensi pers di Vienna, Austria, Canavero mengatakan timnya mampu memindahkan kepala satu jenazah dan memasangnya ke jenazah yang lain.
Tidak hanya menyambungnya begitu saja, Canavero dan timnya mampu menyatukan tulang belakang, saraf, dan pembuluh darah dua jenazah tersebut.

Laporan Newsweek, mengutip pernyataan Canavero dari The Telegraph, menyebutkan dokter ahli bedah saraf tersebut ingin melakukan transplantasi kepala terhadap orang hidup.
" Transplantasi manusia pertama pada jenazah sukses dilakukan. Transplantasi kepala secara utuh terhadap otak mati menjadi tahap berikutnya," kata Canavero.
" Dan transplantasi kepala adalah langkah terakhir untuk mengatasi kondisi medis yang mendesak," tambah dia.
Canavero mengklaim bahwa permintaan pasien yang rela menjadi relawan penerima transplantasi kepala untuk pertama kalinya sangat tinggi.
© Dream
Canavero menjalankan operasi transplantasi kepala terhadap jenazah itu di China pada Desember tahun lalu.
Meski tidak menunjukkan bukti atas klaimnya di konferensi pers itu, Canavero berjanji akan menerbitkan jurnal ilmiah dengan segala prosedurnya secara terperinci dalam beberapa hari ke depan.
" Sudah terlalu lama alam mendikte kehidupan kita. Kita lahir, tumbuh, bertambah tua dan kemudian mati," kata dia.
Menurut dia, selama jutaan tahun manusia telah berevolusi. Selama itu pula 100 miliar manusia telah meninggal. " Itu adalah genosida dalam skala besar," ujar dia.
Dan kini, kata Canavero, manusia telah memasuki zaman berbeda. Manusia akan menentukan takdir sendiri.
" Temuan ini akan mengubah segalanya, dan mengubah Anda dalam segala tingkat kehidupan," sesumbar Canavero.
© Dream
Selain berhasil menyambung kepala, Canavero mengatakan timnya juga mampu memangkas waktu yang diperlukan untuk operasi tersebut menjadi 18 jam saja.
" Setelah beberapa kali usaha gagal, transplantasi kepala penuh pertama kali telah terjadi di China, yang hanya membutuhkan waktu 18 jam," katanya.
Sebelumnya, pada tahun 2015, Canavero sempat mengutarakan bahwa waktu yang diperlukan sekitar 36 jam. Tapi di China prosedur operasinya berjalan dengan lebih baik dan berhasil.
" Langkah selanjutnya adalah transplantasi kepala penuh terhadap otak mati dan transplantasi kepala pertama terhadap manusia untuk alasan medis akan segera terjadi. Tanggalnya akan diumumkan oleh pemerintah China dalam beberapa hari ke depan," tambah Canavero.
Sejak mengumumkan rencananya, Canavero telah menuai banyak kritik. Kebanyakan ahli sepakat bahwa rencana Canavero itu tidak masuk akal.
Sebagian besar beralasan bahwa dengan teknologi saat ini, penyambungan sumsum tulang belakang tidak mungkin dilakukan.
Selain itu, prosedur penyambungan kepala ini dianggap tidak etis dan legalitas prosedur patut dipertanyakan. Kekhawatiran lainnya, bahwa operasi akan gagal dengan kepala yang tetap hidup.
Meskipun demikian, Canavero bergeming. Dia yakin meski prosedur operasi transplantasi kepala menguras waktu dan tenaga, namun bisa dilakukan.
" Meski lama dan melelahkan, tapi prosedur tersebut masih layak dilakukan. Satu hal yang pasti, penyambungan sumsum tulang belakang adalah kenyataan dan transplantasi kepala akan terjadi," pungkasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya