Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Pertemuan Mengharukan Ustaz dan Pemuda Tuna Wisma

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 16 April 2019 19:01
Pertemuan Mengharukan Ustaz dan Pemuda Tuna Wisma
"Ustaz merasa berdosa padamu," ucap Ustaz Ebit Lew

Dream - Seorang pendakwah di Malaysia, Ustaz Ebit Lew, membuat publik terharu dengan kisahnya menemui pemuda tuna wisma. Kisah yang dia bagikan lewat laman Facebook itu membuat banyak orang menitikkan air mata.

Ustaz Ebit memang dikenal punya kebiasaan dakwah yang berbeda. Dia selalu mendatangi para tunawisma dan membantu memberikan jalan keluar bagi mereka.

Termasuk saat dia bertemu dengan pemuda tunawisma yang tidur di kolong jembatan. Kisahnya sungguh mengharukan.

" Sungguh sedih hati ini, Ya Allah, ketika turun jembatan. Terkejut, tiba-tibada ada seorang yang terbaring seperti ini," kata Ustaz Ebit, dikutip dari Siakapkeli.

Ustaz Ebit sempat merasa ragu untuk membangunkan pemuda itu. Dia tidak ingin si pemuda yang tengah tertidur itu terganggu.

" Saya pegang nadinya, dia tidur. Saya kira dia pingsan atau tidur lelap, jika dikejutkan nanti marah," kata dia.

1 dari 2 halaman

Percakapan Haru

Beruntung, pemuda itu tidak marah saat dibangunkan Ustaz Ebit. Pemuda itu lantas mencium tangan, tersenyum dan mengatakan pernah bertemu dengan sang Ustaz sebelumnya.

" Saya tanya sudah berapa lama dia tidur di sini. Sudah dua bulan. Sekarang tinggal sendirian di kolong jembatan," kata dia.

Pemuda itu mengalami luka pukul pada kepala. Tetapi, dia mampu bertahan. Setelah berbincang, diketahui pemuda itu baru berusia 20 tahun.

" Saya minta maaf kepadanya. 'Ustaz ini banyak dosa sama kamu. Ceramah sana sini, makan enak-enak, hidup senang. Kamu tinggal di sini. Apa yang harus saya jawab nanti jika Allah bertanya," kata Ustaz Ebit.

 

2 dari 2 halaman

Berniat Bantu Pemuda

Keduanya pun terlibat percakapan hangat. Ustaz Ebit kemudian menawarkan pekerjaan kepada pemuda tersebut.

" Tolong ustaz carikan saya kerja. Jika ada asrama, boleh tinggal di sana," ucap pemuda itu.

Ustaz Ebit mengaku sedih mendapati nasib pemuda tersebut yang terlantar. Dia pun memeluk pemuda itu.

" Saya mau peluk dia. 'Ustaz, badan saya kotor. Ustaz pakai jubah'. Ah, tak apa. Kamu sungguh mulia, disayang Allah," kata Ustaz Ebit.

Ustaz Ebit lalu memberikan sejumlah uang kepada pemuda itu untuk membeli makanan. Setelah itu, keduanya berpisah.

" Nanti saya coba pikirkan bagaimana cara membantunya," kata dia.

Beri Komentar