Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Seorang pendakwah di Malaysia, Ustaz Ebit Lew, membuat publik terharu dengan kisahnya menemui pemuda tuna wisma. Kisah yang dia bagikan lewat laman Facebook itu membuat banyak orang menitikkan air mata.
Ustaz Ebit memang dikenal punya kebiasaan dakwah yang berbeda. Dia selalu mendatangi para tunawisma dan membantu memberikan jalan keluar bagi mereka.
Termasuk saat dia bertemu dengan pemuda tunawisma yang tidur di kolong jembatan. Kisahnya sungguh mengharukan.
" Sungguh sedih hati ini, Ya Allah, ketika turun jembatan. Terkejut, tiba-tibada ada seorang yang terbaring seperti ini," kata Ustaz Ebit, dikutip dari Siakapkeli.
Ustaz Ebit sempat merasa ragu untuk membangunkan pemuda itu. Dia tidak ingin si pemuda yang tengah tertidur itu terganggu.
" Saya pegang nadinya, dia tidur. Saya kira dia pingsan atau tidur lelap, jika dikejutkan nanti marah," kata dia.
Beruntung, pemuda itu tidak marah saat dibangunkan Ustaz Ebit. Pemuda itu lantas mencium tangan, tersenyum dan mengatakan pernah bertemu dengan sang Ustaz sebelumnya.
" Saya tanya sudah berapa lama dia tidur di sini. Sudah dua bulan. Sekarang tinggal sendirian di kolong jembatan," kata dia.
Pemuda itu mengalami luka pukul pada kepala. Tetapi, dia mampu bertahan. Setelah berbincang, diketahui pemuda itu baru berusia 20 tahun.
" Saya minta maaf kepadanya. 'Ustaz ini banyak dosa sama kamu. Ceramah sana sini, makan enak-enak, hidup senang. Kamu tinggal di sini. Apa yang harus saya jawab nanti jika Allah bertanya," kata Ustaz Ebit.
Keduanya pun terlibat percakapan hangat. Ustaz Ebit kemudian menawarkan pekerjaan kepada pemuda tersebut.
" Tolong ustaz carikan saya kerja. Jika ada asrama, boleh tinggal di sana," ucap pemuda itu.
Ustaz Ebit mengaku sedih mendapati nasib pemuda tersebut yang terlantar. Dia pun memeluk pemuda itu.
" Saya mau peluk dia. 'Ustaz, badan saya kotor. Ustaz pakai jubah'. Ah, tak apa. Kamu sungguh mulia, disayang Allah," kata Ustaz Ebit.
Ustaz Ebit lalu memberikan sejumlah uang kepada pemuda itu untuk membeli makanan. Setelah itu, keduanya berpisah.
" Nanti saya coba pikirkan bagaimana cara membantunya," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya