Ingat Perumahan di Tangsel Terpapar Radioaktif? Begini Kondisi Terakhirnya

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 23 Oktober 2020 12:01
Ingat Perumahan di Tangsel Terpapar Radioaktif? Begini Kondisi Terakhirnya
Perumahan Batan Indah sempat terpapar radiasi akibat pembuangan limbah radioaktif yang sembarangan.

Dream - Masih ingat dengan limbah radioaktif yang terdeteksi di Perumahan Batan Indah di Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Banten, pada Februari 2020 lalu? Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro, menyatakan status Perumahan Batan Indah sudah clearence atau bebas dari radiasi limbah radioaktif.

" Status clearence, artinya daerah itu sudah bebas dari kandungan radioaktif,"  ujar Bambang dikutip dari Liputan6.com. 

Dengan status tersebut, lanjut Bambang, kandungan radioaktif di kawasan itu sudah di bawah ambang batas yang ditetapkan. Warga perumahan Batan Indah sudah mulai bisa memakai taman maupun halte setempat. 

Lahan kosong tempat ditemukannya limbah radioaktif di Perumahan Batan Indah juga sudah dinyatakan aman dari radiasi. Seluruh tanaman maupun air dan bahan-bahan yang mungkin terpapar zat radioaktif sudah dibawa ke Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR).

" Jadi sudah aman dan waktu itu juga pohon-pohon yang terkena itu sudah ditebang, sehingga nanti tidak akan ada efek samping kepada warga di sekitar situ," kata Bambang.

 

1 dari 5 halaman

Ulah Pegawai Nakal

Lebih lanjut, Bambang memastikan limbah radioaktif yang ditemukan di lahan kosong tersebut bukan akibat kebocoran. Tetapi karena ulah salah satu oknum pegawai nakal.

" Seharusnya limbah radioaktif itu ada prosedurnya, nantinya dibuang atau ditaruh di pusat limbah itu. Ya tidak boleh dibuang sembarangan. Ini ada yang tidak melakukan sesuai prosedur dan itu harus diatur oleh Polisi. Pokoknya itu tugas polisi lah," kata Bambang.

Sumber: Liputan6.com/Pramita Tristiawati

2 dari 5 halaman

Perumahan Batan Indah Terpapar Radiasi, Ini Penjelasan BATAN

Dream - Perumahan Batan Indah, Tangeran Selatan, diketahui terpapar zat radioaktif. Hal ini merupakan hasil pemantauan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) yang dilakukan pada 30 hingga 31 Januari 2020 lalu.

Dari rilis yang diterima Dream, Indra Gunawan yang merupakan Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Bapeten mengungkap kalau, secara umum nilai paparan radiasi lingkungan pada daerah pemantauan menunjukkan nilai normal (paparan latar).

" Pada saat dilakukan pemantauan di lingkungan Perumahan Batan Indah, ditemukan kenaikan nilai paparan radiasi di lingkungan area tanah kosong di samping lapangan voli blok J," ungkapnya.

Tim uji fungsi kemudian melakukan pengecekan ulang dan penyisiran di sekitar daerah tersebut.  Ditemukan nilai paparan radiasi lingkungan dengan laju paparan terukur signifikan di atas nilai normal.

Bapeten telah melakukan koordinasi dengan menginformasikan hasil pengecekan kepada RT setempat, dan memasang safety perimeter (garis pembatas) di lokasi dengan laju paparan yang tinggi, dengan disaksikan oleh ketua RT. Sampel tanah di sekitar lokasi juga diambil untuk dianalisa.

" Berdasarkan hasil analisa di laboratorium dan juga hasil pengukuran laju paparan sebelumnya, maka tim gabungan BAPETEN dan BATAN melakukan upaya pencarian sumber yang diduga menjadi penyebab kenaikan laju paparan di atas," ungkap Indra.

 

3 dari 5 halaman

Imbauan Penting untuk Warga

Kegiatan pencarian telah dilaksanakan pada tanggal 7-8 Februari 2020 yang menemukan beberapa serpihan sumber radioaktif. Setelah pengangkatan serpihan sumber radioaktif tersebut, dan dilakukan pemetaan ulang, ditemukan bahwa laju paparan mengalami penurunan, namun masih di atas nilai normal.

Ada Radioaktif, Batan Sterilkan Tanah Kosong Perumahan Batan Indah© MEN

" Berdasarkan hasil tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa telah terjadi kontaminasi yang sifatnya menyebar di area tersebut," kata Indra.

Untuk laju paparan pada batas trotoar jalan Perumahan Batan Indah blok H, I, J dan lapangan voli blok J terukur pada batas normal. Demi keselamatan, warga dihimbau untuk tidak memasuki lokasi terdampak kontaminasi hingga batas trotoar dan lapangan voli.

 

4 dari 5 halaman

Bocah 14 Tahun Bangun Reaktor Nuklir Sendiri

Dream - Bocah asal Memphis, Tennessee, Amerika Serikat, Jackson Oswalt, 14 tahun, berbeda dengan anak kebanyakan. Jika anak seusianya menghabiskan waktu dengan bermain video game atau melihat televisi, Oswalt punya kesibukan sendiri.

Kesibukannya bahkan melampaui usianya. Dia berhasil membangun reaktor nuklir mini yang diletakkan di ruang bermain di rumahnya.

Bocah 14 Tahun Bangun Reaktor Nuklir Sendiri© MEN

Dikutip dari Science Alert, Oswalt dijuluki sebagai insinyur nuklir termuda. Dia mulai membangun reaktor nuklir mandirinya ketika berusia 12 tahun.

Selama setahun, Oswalt mematangkan risetnya. Pada 19 Januari 2018, beberapa jam saja sebelum ulang tahunnya ke-13, Oswalt melaporkan misinya telah tercapai.

Menggunakan listrik dengan daya 50 ribu volt, Oswalt mampu memadukan dua atom gas deuterium. Dia dilaporkan berhasil menggabungkan inti atom di reaktor plasmanya.

Kelompok penghobi nuklir, The Open Source Fusor Research Consortium, baru-baru menganugerahi Oswalt penghargaan.

Selain berhasil menciptakan reaktor, Oswalt juga menghasilkan plasma dari fusi nuklir. Kondisi ini membuat atom yang diproses tak hancur.

 

 

5 dari 5 halaman

Uji Coba Beberapa Bulan

Dia sempat melakukan sejumlah uji coba tingkat lanjut selama beberapa bulan. Hasil yang didapat membuat Oswalt semakin yakin dia berhasil memadukan inti atom.

" Bagi mereka yang tidak pernah melihat unggahan saya belakangan, ini akan menjadi kejutan besar, saya bahkan percaya saya telah mencapai tahap penggabungan," tulis Oswalt di laman forum Fusor.net.

" Namun, selama sebulan terakhir saya telah membuat banyak kemajuan dari perbaikan kebocoran besar di sistem saya. Saya tahu, saya telah memiliki jawaban yang saya yakini sangat layak," tulis dia melanjutkan.

Remaja ceria ini telah mengubah ruang bermainnya dulu di rumah orangtuanya menjadi laboratorium nuklir. Dia menghabiskan biaya mencapai US$10 ribu, setara Rp699 juta.

" Proses dimulai dari hanya mempelajari apa yang sudah dihasilkan orang-orang dari reaktor fusi mereka," kata Oswelt.

Dia lalu mengumpulkan bagian yang diperlukan. Dia belanja bagian-bagian itu melalui e-commerce eBay.

" Seringkali bagian-bagian yang saya dapatkan dari eBay tidak sepenuhnya saya butuhkan, jadi saya harus memodifikasinya agar sesuai dengan apa yang saya butuhkan untuk projek saya," kata dia.

Meski demikian, para ilmuwan belum bisa yakin atas capaian Oswelt. Sehingga, hasil remaja ini belum dapat diverifikasi sebelum dipublikasikan dalam jurnal akademi. (ism)

Beri Komentar