Berbagi Inspirasi dari Perjuangan RA Kartini

Reporter : Ratih Wulan
Selasa, 26 April 2016 16:13
Berbagi Inspirasi dari Perjuangan RA Kartini
Film ini merupakan kisah fiksi yang diadaptasi dari perjuangan kisah RA Kartini di Rembang pada tahun 1900-an.

Dream - Keberhasilan RA Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan menginspirasi banyak pihak. Salah satunya produk kecantikan Wardah Cosmetics yang berkomitmen terus mendukung perempuan Indonesia agar tetap maju dan bermanfaat untuk masyarakat.

Salah satu bentuk dukungan Wardah dibuktikan dengan menggelorakan film-film yang membawa pesan positif untuk para penontonnya, seperti 'Surat Cinta untuk Kartini'. Direktur Wardah Cosmetics Sari Chairunnisa berharap pesan yang ingin disampaikan lewat film ini sampai pada perempuan-perempuan Indonesia.

" Sama seperti kami punya pesan untuk semua perempuan, empowering each other. Kami selalu mendukung film yang positif dan menginspirasi serta pemain-pemainya yang juga bagus," tutur Sari saat dijumpai tadi malam di Plaza Senayan Jakarta Selatan.

Film ini merupakan kisah fiksi yang diadaptasi dari perjuangan kisah RA Kartini di Rembang pada tahun 1900-an. Secara garis besar ceritanya menggambarkan sosok Kartini sebagai keturunan ningrat yang peduli pada kaum bumi putera.

Namun menjadi sedikit berbeda karena dibumbui dengan kisah-kisah asmara bersama tukang pos bernama Sarwadi yang diperankan Chicho Jeriko. Selain itu, penonton disajikan kenyataan yang ironi, dimana Kartini harus terpisah dari ibu kandungnya yang hanya merupakan selir bupati Rembang.

Air mata penonton akan tumpah saat diceritakan Kartini tidak boleh memanggil ibu melainkan yu. Sebuah panggilan untuk orang-orang yang melayaninya. Serta harus duduk di lantai dan menyembah saat bertemu dirinya.

Salah satu pemain yang hadir Doni Damara juga sepakat bahwa film ini ingin mempertegas bentuk kesataraan gender. Sehingga perjuangan RA Kartini yang dulu begitu ditentang dapat dinikmati oleh generasi saat ini.

" Dulu sekolah itu nggak mungkin, dan hasilnya positifnya beberapa dekade setelahnya perjuangan Kartini dapat kita nikmati sekarang," kata Doni.

Para pemain yang juga mengaku pengetahuan mereka bertambah luas, serta termotifasi utuk jauh lebih memberi manfaat untuk negara.

" Aku mendapatkan banyak pelajaran sejarah Kartini lebih dalam. Sebelumnya nggak tahu kalau kartini punya ibu tiri. Sekarang saya pingin jadi perempuan yang pintar setelah selesai S1 lanjut S2," tutup Marbun Melayu Nicole yang berperan sebagai adik Kartini.

Beri Komentar
Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna