Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Perusahaan Firma Kredit Diretas Oleh Hacker. (Foto: CNBC)
Dream – Sebuah perusahaan kredit di Amerika, Equifax, mengumumkan jaringan sistem informasi di firmanya diretas. Aksi pembobolan itu membuat data 143 juta nasabah di Amerika Serikat bocor ke publik.
Perusahaan ini mengetahui pembobolan sistem ini pada Juli 2017.
“ Geng kriminal telah mengeksploitasi laman aplikasi untuk mengakses data tertentu,” tulis perusahaan yang berbasis di Atlanta, Amerika Serikat, dikutip dari CNBC, Jumat 9 September 2017.
Setelah pembobolan sistem ini diketahui, tiga eksekutif Equifax langsung menjual dua juta lembar saham perusahaan. Tak jelas apakah penjualan sebagian kecil saham ini berkaitan dengan serangan siber kepada Equifax. Akibat serangan siber ini, saham Equifax terjun 12 persen.
Equifax mengatakan serangan ini membuat data nasabah, seperti nama, tanggal lahir, dan alamat rumah terekspos. Padahal, data ini dilindungi oleh Equifax. Tak hanya itu, data 209 ribu nomor kartu kredit plus dokumen sengketa tertentu 182 ribu konsumen bocor.
Pimpinan Equifax, Richard Smith, meminta maaf kepada nasabah dan kliennya. Dia mengatakan peretasan itu berpengaruh terhadap apa yang seharusnya dilindungi oleh perusahaan ini.
Peretasan terhadap Equifax bukan yang pertama kalinya. Pada tahun 2013, Equifax bersama dengan Experian dan TransUnion juga dijebol oleh peretas. Peretas mengakses profil keuangan kalangan atas.
Perusahaan ini tak mengekspos nama-nama yang terdampak, tetapi beredar kabar bahwa nasabah yang terkena peretasan ini adalah orang-orang dari kalangan selebritis dan politisi, seperti Paris Hilton, Michelle Obama, dan mantan direktur FBI, Robert Mueller.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya