Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Pesawat Jet Pribadi.
Dream – Ancaman badai Irma di sebagian wilayah Amerika justru mendatangkan keuntungan berlipat bagi perusahaan penerbangan jet pribadi. Sebab, orang-orang tajir di Florida berbondong-bondong menyewa jet untuk mengungsi sebelum wilayah itu dilanda badai.
Badai Irma telah mengamuk di kawasan Karibia. Wilayah itu luluh lantak. Badai yang disebut-sebut terkuat dalam sejarah Atlantik itu tengah menuju ke empat negara. Salah satunya ke kawasan Florida ini.
Di tengah banyaknya maskapai komersial yang menunda atau bahkan membatalkan penerbangan, serta jalan darat yang macet, perusahaan jet pribadi justru menangguk untung. Pada Rabu pekan ini order mereka meningkat dua sampai tiga kali lipat.
Padahal, dalam situasi normal, saat ini merupakan masa lesu bagi dunia penerbangan. Namun nyatanya, karena orang-orang yang kaya raya itu ingin menyelamatkan diri, jadilah permintaan menggila. Bahkan seperti peak season, saat penyelenggaraan Super Bowl atau kejuaraan golf dunia Amerika Serikat Terbuka.
“ Ini seperti 10 permintaan terbesar,” kata CEO XOJET, Bradley Stewart, sebagaimana dikutip Dream dari CNBC, Kamis 7 September 2017.
Menurut Stewart, harga penerbangan jet juga meroket. Orang-orang berbrankas jumbo itu rela membayar 30 persen lebih mahal dari harga biasanya untuk kursi penerbangan atau pesawat.
Stewart menolak disebut perusahaannya memanfaatkan badai atau konsumennya. Dia berdalih ingin membantu klien dan mengenakan biaya tambahan untuk permintaan yang meroket ini karena badai Irma.
“ Inilah saatnya penerbangan swasta benar-benar membuktikan nilainya,” kata dia.
Stewart mencontohkan, seorang klien di Turks dan Caicos menelepon perusahaan dengan panik. Klien itu ingin ada penerbangan keluar dari Florida.
“ Ini berubah menjadi lebih banyak operasi penyelamatan bagi kami,” tutur Steward.
Dia menambahkan, sebagian besar pelanggan dari Florida akan pergi ke New York, Boston, atau daerah lain di Timur Laut.
Biasanya tarif jet dari Florida ke New York sebesar US$14 ribu sampai US$15 ribu (Rp186,22 juta hingga Rp199,52 juta). Minggu ini, tarif sewa jet meroket hingga lebih dari US$20 ribu atau sekitar Rp266,03 juta.
Perusahaan jet pribadi ini sebisa mungkin mengerahkan semua pesawat dari California, bagian selatan Amerika dan Midwest untuk memenuhi permintaan dari Florida.
“ Tanpa hubungan yang kuat dengan perusahaan, itu akan menjadi sulit bagi orang untuk mendapatkan pesawat,” kata dia. (eko)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya