Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Seorang Pengusaha Di Swiss Menjual Udara Segar Pegunungan Dengan Harga Yang Mahal. (Foto: Oddity Central)
Dream – Jika berada di Swiss, Anda tentunya tahu segalanya di sana mahal. Bahkan, jika diizinkan, udara segar pegunungan pun juga tidak dikecualikan—untungnya, udara segar di sana gratis.
Tapi, di sana ada juga yang mengkomersialisasi udara segar pengunungan.
Dilansir dari Oddity Central, seorang wirausahawan di Basel, Switzerand, John Green, menjual sebotol udara segar seharga US$167 atau Rp2,2 juta. Green mengatakan udara pegunungan tersebut berkualitas dan diambil dari tempat rahasia di dekat Zermatt.
Selanjutnya, udara tersebut “dimasukkan” ke dalam botol, dilabeli, dan dikapalkan kepada pembeli. Produk tersebut dikemas dengan merek “Genuine Mountain Air from Switzerland” yang memiliki slogan “Hadiah utama bagi pria atau wanita yang memiliki segalanya.”
Udara segar pegunungan yang dikemas dalam botol berukuran 1 liter ini juga dilengkapi dengan sertifikat keaslian dan titik GPS tempat udara tersebut diambil.
Green menyediakan sebotol udara segar pegunungan dalam dua ukuran dengan harga yang pasti berbeda. Untuk yang mau hemat bisa membeli sebotol udara segar berukuran 500 ml dengan harga US$97 (Rp1,97 juta). Jika butuh lebih banyak, pembeli bisa memesan tiga liter udara segar pegunungan dengan harga US$247 (Rp3,29 juta).
Pria yang berasal dari Kent, Inggris, ini sadar bahwa bisnis yang dilakoninya terdengar gila. Dia malah mengangap hargan sangat penting untuk menjaga kelangsungan bisnisnya.
“Ini (bisnis) yang mahal. Kami telah menjual produk ini ke seluruh dunia. Saya ingin mencoba dan membuatnya berkelanjutan. Saya tidak ingin kehilangan waktu lima menit dan rugi besar,” kata dia kepada The Local, “dan jangan lupa, ini udara Swiss. Segalanya di Swiss itu mahal.”
Meskipun demikian, Green mengaku mengambil untung kecil dari bisnis ini. Dia juga mendonasikan 25 persen pendapatan bisnisnya ke sebuah yayasan bernama World Vision yang mendukung program air bersih di Afrika.(Sah)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari