Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ali Gneish, 58 Tahun Tak Pernah Minum Air Putih (alarabiya.net)
Dream - Pria 76 tahun asal Kafr El Sheikh, Mesir, Ali Gneish mungkin dapat dikatakan menderita kelainan. Pria ini tidak pernah mengonsumsi air putih, teh, atau kopi selama 58 tahun.
Gneish juga tidak mengonsumsi sayuran dengan kadar air tinggi seperti bayam atau kentang.
Terakhir kali merasakan minuman air kala berusia 18 tahun, Gneish ternyata tidak pernah diperiksa dokter.
Semua berawal pada 1959, tiga bulan setelah dia menikah. Dia merasa sangat kehausan hingga harus minum banyak air untuk menghilangkan dahaga.
Merasa ada yang aneh dalam tubuhnya, Gneish memeriksakan kesehatannya. Dokter kemudian mengatakan air yang telah dia minum menyebabkan peradangan di perutnya.
Dokter lalu menyarankan Gneish berhenti mengonsumsi air putih selama beberapa waktu untuk menyembuhkan peradangan itu. Sayangnya, saran itu tidak manjur.
© Dream
Gneish mengatakan beberapa hari setelah itu, dia mencoba minum air, namun justru merasakan sakit lebih parah. Seorang petani teman ayahnya menyarankan agar Gneish mencoba minum sari tebu. Tetap saja, rasa sakitnya tidak hilang.
Orang itu lalu menyarankan agar Gneish minum sari tebu merah. Kali ini, saran itu manjur.
Sejak saat itu, Gneish terus meminum sari tebu merah. Tapi, dia menemui masalah lantaran di desanya tidak ada mesin penggiling tebu.
Untuk bisa menggiling tebu merah, Gneish harus pergi ke kota yang jaraknya cukup jauh. Masalah tersebut membuat sang ayah, yang kala itu menjabat sebagai kepala desa, berusaha membelikan mesin penggiling tebu dan mendedikasikan desanya sebagai penghasil tebu merah.
© Dream
Gneish pun terus meminum sari tebu merah meski desanya tidak lagi menanam tebu merah. Alhasil, dia menyewa lahan milik petani di kota tetangga khusus untuk menanam tebu merah.
Sementara itu, anak menantunya sampai membelikan mesin pemeras tebu modern didatangkan dari Cina. Sejak saat itu, dia berhenti sepenuhnya dari mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung air.
Meski bertahun-tahun tidak minum air putih, kesehatan Gneish sama sekali tidak terpengaruh. Bahkan, dia tampak lebih sehat ketimbang manusia yang kerap minum air putih.
Sumber: alarabiya.net
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya