Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Ibu Ani Yudhoyono Saat Peluncuran Buku `10 Tahun Perjalanan Hati` (Foto: Agus Apriyanto/KLY)
Dream - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Kehumasan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho memberi semangat dan doa kepada mantan Ibu Negara Ibu Ani Yudhoyono, istri Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Seperti diketahui, Sutopo merupakan salah satu penyintas kanker.
Pesan dan doa Sutopo itu disampaikan saat menjalani kemoterapi ke-8 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat.
" Sengaja saya mengirimkan doa untuk kesembuhan Ibu Ani SBY dari sakit kanker darah. Saat ini beliau sedang dirawat di NUS Hospital Singapura," kata Sutopo, melalui keterangan tertulisnya, Kamis, 14 Februari 2019.
Meski bukan siapa-siapa bagi Ibu Ani, sebagai penyintas kanker, Sutopo berbagi pengalaman mengenai kondisi batiniah dan lahiriah pasien yang divonis kanker.
" Rasa shock, bingung dan sedih pasti memenuhi benak kita. Mengapa saya? Itu pertanyaan yang selalu muncul di awal," ujar dia.
Sutopo mengatakan, untuk melawan kondisi semacam ibu Ani perlu tetap semangat dan ikhlas menerima vonis sakit yang diderita.
" Terus berdoa dan ikhtiar, serta selalu bersyukur kepada Allah SWT karena masih banyak kenikmatan dan kesehatan tubuh lain yang Allah limpahkan kepada Ibu Ani," ujar dia.
Sutopo mengatakan, sebagai penyintas kanker paru stadium 4B sudah menjalani 1 tahun ini, memahami dan mengerti sakit kanker itu seperti apa menyakitkannya. Dia menyebut, perlu kesabaran dan kekuatan menghadapi ujian yang berat ini.
" Yang penting Ibu Ani harus ikhlas dan semangat. Jangan putus asa dan menyerah. Tetaplah berdoa kepada Allah SWT karena sesungguhnya sehat dan sakit itu kuasa Allah," kata dia.
Sutopo menyebut, dokter, perawat, dan orang lain adalah perantara saja sesuai keahlian yang dimilikinya.
Dia menyarankan Ani perlu memperbaiki kualitas hidup, pola makan, serta menghindari makanan yang disukai kanker.
" Hindari gula kalau perlu tidak usah konsumsi lagi. Makan-makanan yang dibakar, berpengawet dan kimiawi dihindari. Perbanyak buah dan sayur," ujar dia.
Sutopo juga meminta Ibu Ani tetap berpikir positif. Sebab, pikiran sangat mempengaruhi hati, sikap, batiniah dan kesehatan tubuh kita.
" Ibu Ani sakit kanker darah tanda Allah sayang sama Ibu. Allah sedang menguji kesabaran, kekuatan dan taqwa kita agar kita senantiasa berdoa, meminta belas kasihan dan mengangkat sakit kita tanpa meninggalkan sakit yang lain," ucap dia.
" Semoga ibu cepat sembuh dan sehat. Rakyat Indonesia mendoakan Ibu dan membutuhkan Ibu. Buat Pak SBY dan keluarga agar tetap sabar merawat Ibu Ani. Keluarga adalah sumber penyemangat utama bagi para penyintas kanker," kata dia. (ism)
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari