Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Rute AirAsia QZ 8501
Dream - Pesawat AirAsia QZ 8501 yang dinyatakan hilang sejak Minggu pagi akhirnya ditemukan. Pesawat dengan rute penerbangan Surabaya-Singapura tersebut jatuh di Selat Karimata sekitar 10 kilometer dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.
" Ada satu dinamika dari operasi pencarian seperti yang terlihat di dalam gambar," kata Kepala Basarnas, Marskal Madya Bambang Sulistyo, Selasa 30 Desember 2014.
" Pada pukul 10.05 WIB pesawat C295 TNI AU menemukan benda-benda serpihan yang mengaung pada posisi 03.44.50 South."
Bambang menambahkan, penemuan sejumlah serpihanyang diduga kuat bagian dari pesawat QZ 8501 dan jasad penumpang di sejumlah bagian Selat Karimata. Dari temuan-temuan itu, maka Bamabang menyatakan lokasi itu dinyatakan sebagai lokasi jatuhnya pesawat itu.
" OLeh karena itu, maka saya selaku koordinator pada saat ini memastikan 95 persen lokasi yang tergambar di sini adalah lokasi serpihan-serpihan, maupun benda-benda yanga diduga berasal dari pesawat," kata Jenderal TNI AU Bintang Tiga ini.
" Yang 5 persen belum saya nyatakan, itu karena sampai detik ini saya belum melihat langsung emergency exit door, tetapi secara komunikasi kepada komandan-komandan unsur atas penglihatan komandan unsur menyatakan itu adalah emergency exit door. Oleh karena itu saya pastikan itu baian dari pesawat yang kita cari," tambah dia.
Pesawat itu lepas landas dari Bandara Juanda pada pukul 05.35 WIB pada Minggu pagi 28 Desember. Sesuai jadwal, pesawat etrsebut harus mendarat di Singapura pukul 08.30 waktu setempat.
Namun saat masih beradai di udara, pada pukul 06.12 WIB, pilot menghubungi petugas Air Traffic Center Bandara Soekarno-Hatta untuk naik ke ketinggian 38 ribu kaki. Pesawat itu harus menghindari awan di depannya.
Empat menit setelah meminta naik ketingian terbang, persawat itu masih terpantau radar. Petugas ATC kemudian kehilangan kontak dengan pesawat berisi 155 orang dan 7 kru itu pada pukul 06.17. Dan pesawat itu dinyatakan benar-benar hilang pada pukul 07.55 WIB. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya