Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pesawat Rakitan Suyanto, Foto : Instagram @militer.udara
Dream - Suyanto, pria asal Lamongan, Jawa Timur, menjadi perhatian masyarakat karena berhasil merakit pesawat jenis short off landing (STOL) di halaman rumahnya di Ciamis, Jawa Barat.
Bukan hanya itu saja, dia juga sudah berhasil membuat tiga pesawat. Karena viral, pria lulusan Sekolah Teknik Menengah (STM) itu mendapat perhatian dari TNI Angkatan Udara.
Dalam akun instagram @militerudara, terlihat pihak TNI AU mendatangi kediaman Suyanto untuk melihat secara langsung pesawat rakitan Suyanto.
" TNI AU sangat mendukung kreativitas masyarakat dibidang kedirgantaraan. Dan sebagai konsekwensinya, TNI AU melalui FASI, akan melakukan supervisi dan sosialisasi aturan-aturan penerbangan, agar operasionalnya dapat berlangsung dengan aman dan memenuhi standar keselamatan penerbangan sesuai aturan penerbangan yg berlaku," ujar Kadispenau dikutip dari Instagram @militer.udara.

Kedatangan mereka bukan untuk membeli ataupun meresmikan pesawat tersebut, melainakn untuk memberikan dukungan kepada Suyanto.
" Mengapresiasi iya, kami juga sangat mendukung kreatifitas pak Suyanto, tugas kami adalah memotivasi dan mendampingi, agar pesawat mendapat sertifikasi kelaikan terbang," tegas Kadispenau.
Mengenai asal usul Suyanto yang mampu merakit pesawat, ternyata dia pernah bekerja di salah salah satu perusahaan pembuatan pesawat terbang di Republik Ceko saat menjadi TKI.
Setelah tak lagi menjadi TKI, ia kembali ke Indonesia dan menetap di Ciamis, Jawa Barat. Awalnya, ia merakit komponen pesawat yang dibelinya dari luar negeri itu di rumahnya di Ciamis, Jawa Barat. Lalu, perakitan finishing-nya diteruskannya di Lamongan, Jawa Timur.
Pesawat yang sudah setengah jadi itu dikirim Suyatno dari Ciamis menggunakan jalur darat. Tiba di Lamongan, pesawat jenis STOL (Short Take Off and Landing) itu kembali dirakit di halaman rumah dengan peralatan seadanya.
Pesawat tersebut memiliki panjang 7 meter dan lebar 9 meter dengan kapaitas dua orang. Dengan kecepatan maksimal mencapai 180 km/jam dan durasi terbang bisa mencapai 4 jam dengan menghabiskan bahan bakar 80 liter.
" Pesawat ini Insya Allah bisa terbang, hanya saja masih butuh uji kelayakan terbang dan identitas pembuatan pesawat itu sendiri," kata Suyanto.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya