Respons PKS Pernah Dapat Undangan Merapat ke Istana

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Selasa, 22 Oktober 2019 10:12
Respons PKS Pernah Dapat Undangan Merapat ke Istana
Apabila diundang untuk masuk koalisi, PKS akan menolak

Dream - Anggota partai koalisi Badan Pemenangan Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019 satu per satu mulai pindah haluan. Yang sudah dipastikan bergabung dengan koalisi pemerintah pemerintah Jokowi-Ma'ruf adalah Partai Gerindra.

Sementara status Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat bergabung koalisi masih penuh tanda tanya. 

Di luar tiga partai tadi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuat pengakuan mengejutkan. Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid mengaku pernah mendapat undangan untuk merapat ke Istana Negara, Jakarta.

Hidayat mengatakan undangan itu disampaikan oleh mantan Menteri Sekretariat Negera (Mensesneg), Pratikno.

" Benar. Karena itu disampaikan ke saya langsung, dan itu disampaikan ke Pratikno. Saya juga dengan Pak Sohibul ditelepon oleh pejabat Istana lain, dan ada juga kawan-kawan dari partai yang menyampaikan hal itu," ujar Hidayat dikutip dari , Senin 21 Oktober 2019.

pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mengatakan tidak mengetahui pihak Istana Negara mengundang PKS. Dia tak tahu apakah undangan itu berupa ajakan untuk masuk koalisi atau sekadar silaturahmi.

1 dari 5 halaman

Tolak Masuk Koalisi

Menurut Hidayat, dia sempat menyampaikan penolakan jika undangan tersebut bertujuan untuk mengajak PKS bergabung dengan koalisi Jokowi-Maruf Amin.

" Saya juga bilang kepada Pak Pratikno 'Mas, prof, apa kata dunia kalau semuanya masuk dalam kabinet?" katanya. 

" Demokrasi indonesia bagaimana bentuknya? Jadi kami ingin menyelamatkan marwah demokrasi, kami ingin menghadirkan demokrasi yang rasional, yaitu ada check and balance."

Hidayat menjelaskan, bertahannya PKS sebagai partai oposisi juga sudah sesuai dengan keinginan masyarakat yang memilih pada Pemilu 2019.

" Mereka yang memilih PKS dan memposisikan kami pada posisi sekarang ini. Kami harus mempertimbangkan mereka. Dan mereka mayoritas mutlak menginginkan PKS berada di luar kabinet. Jadi atas dasar itulah kami mengambil sikap ini," ucap dia.

(Sumber: 

2 dari 5 halaman

Prabowo Subianto Diminta Jokowi Bantu Bidang Pertahanan

Dream - Ketua Umum dan Waketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan politisi Gerindra Edhy Prabowo, telah selesai bertemu dengan Presiden Joko Widodo.

Keduanya menyatakan siap membantu Jokowi dalam jajaran kabinet.

" Saya bersama saudara Edhy Prabowo, kami diminta memperkuat kabinet beliau," ujar Prabowo di Istana Negara, Senin 21 Oktober 2019.

Prabowo mengatakan keputusan saat bertemu Jokowi sesuai dengan apa yang dia sampaikan sebelumnya. Dia mengatakan siap membantu jika diminta.

" Hari ini resmi diminta dan kami siap membantu," ucap Prabowo.

Lalu, Prabowo diminta Jokowi untuk menduduki kursi apa?

" Saya diminta membantu beliau di bidang pertahanan. Tadi beliau memberikan pengarahan dan saya akan bekerja sekeras mungkin untuk mencapai sasaran yang diinginkan," jelas mantan Calon Presiden ini.

3 dari 5 halaman

Prabowo Sebut Gerindra Dapat Jatah 2 Menteri di Kabinet Jokowi Jilid II

Dream - Partai Gerindra resmi bergabung dengan pemerintahan. Hal ini ditandai dengan pertemuan antara Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara sore ini.

Selain mendapat tawaran menjadi menteri yang mengurusi bidang pertahanan, Prabowo mengatakan partainya mendapat jatah dua kursi di kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin. Hal itu sesuai dengan panggilan Jokowi.

" Yang dipanggil dua, jadi berapa kira-kira?" ujar Prabowo menjawab pertanyaan jurnalis tentang kader Gerindra yang menjadi menteri di Istana Negara, Senin 21 Oktober 2019.

Prabowo mengatakan dia diminta Jokowi untuk duduk di kursi menteri bidang pertahanan. Meski begitu, dia menyerahkan segala keputusan kepada Jokowi termasuk mengenai posisi Edhy.

" Saudara Edhy Prabowo, Pak Presiden sendiri akan mengumumkan nanti, mungkin hari Rabu ya," kata Prabowo.

Santer beredar Prabowo akan menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Sementara Edhy Prabowo bakal menjabat sebagai Menteri Pertanian.

4 dari 5 halaman

Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo Temui Jokowi, Ikut Jadi Menteri?

Dream - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, juga mendatangi Istana Negara untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo.

Tiba di Istana Negara pukul 16.15 WIB. Dia terlihat mengenakan kemeja putih dan langsung menuju ruang pertemuan.

Prabowo datang tidak sendirian. Dia hadir didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Edhy Prabowo.

Belum diketahui maksud kedatangan Prabowo bersama Edhy ke Istana Negara.

Sebelumnya, sejumlah tokoh diminta hadir oleh Jokowi. Sebagian dari mereka akan mengisi jabatan menteri di kabinet baru Jokowi. Sama seperti Prabowo dan Edhy, para tamu yang diduga calon menteri Jokowi itu datang mengenakan kemeja putih.

Nama-nama tersebut seperti Mantan Ketua MK Mahfud MD, Bos Gojek Nadiem Makarim, Bos Net TV Wishnutama, Bos Mahaka Group Erick Thohir, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, serta Komisaris Utama Adhi Karya Fadjroel Rachman.

Selama dua hari yaitu pada Senin dan Selasa, 21-22 Oktober 2019, Jokowi memanggil sejumlah nama. Sedangkan keputusan untuk susunan kabinet baru akan ditetapkan pada Rabu, 23 Oktober 2019.

5 dari 5 halaman

Dipanggil Jokowi Bersama Pratikno, Fadjroel Rachman: Siap Bantu Beliau

Dream - Sejumlah tokoh terus berdatangan ke Istana Negara memenuhi panggilan Presiden Joko Widodo. Selama dua hari, Jokowi menggelar interview dengan sejumlah nama yang bakal menduduki posisi menteri.

Pada siang hari sekitar pukul 14.07 WIB, datang tiga orang secara bersamaan. Mereka adalah Sekretaris Negara, Pratikno; peneliti Populi Center, Nico Harjanto; dan Komisaris Utama Adhi Karya, Fadjroel Rachman; kompak mengenakan kemeja putih lengan panjang.

Tetapi, Pratikno enggan memberikan keterangan terkait kedatangannya ke Istana. Dia irit bicara. " Sebentar, sebentar," ujar Pratikno, dikutip dari Merdeka.com, Senin 21 Oktober 2019.

Sementara, Fadjroel Rachman mengaku datang ke Istana hanya mendampingi Pratikno. Tetapi, dia mengaku siap jika diminta Jokowi untuk menjadi menteri. " Insyaallah kalau untuk negara. Semua (upaya) kalau untuk negara," kata dia.

" Saya bersedia menerima apapun yang dimintakan kepada saya untuk membantu beliau dan negara ini," tambah Fadjroel.

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik