Mengejutkan, Ini Background Para Eksekutor Rencana Pembunuhan 4 Tokoh Nasional

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 27 Mei 2019 19:35
Mengejutkan, Ini Background Para Eksekutor Rencana Pembunuhan 4 Tokoh Nasional
Kelompok ini sudah profesional, kata polisi.

Dream - Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol M. Iqbal, mengatakan, empat tersangka HK, A, IR dan TJ mendapat order dari untuk membunuh empat tokoh nasional dengan senjata api. Selain empat tokoh itu, mereka juga diminta menghabisi satu pimpinan kembaga survei.

" Kelompok ini kan sudah sangat profesional, punya background, tidak mungkin yang tidak pernah menggunakan diberi ini (senjata api)," ujar Iqbal di Menkopolhukam, Jakarta, Senin 27 Mei 2019.

Menurut Iqbal, kelompok tersebut mendapat perintah untuk membunuh tokoh tersebut pada 1 Oktober 2018. Kelompok aksi itu diberi dana Rp150 juta untuk membeli senjata api laras panjang dan laras pendek.

Para pelaku kemudian membagi peran dan sudah beberapa kali melakukan survei. Para pelaku mengamati tempat kerja dan rumah pada calon korbannya.

" Sudah disurvei oleh semua pelaku, digambar sudah, di- mapping. Allah sayang kepada negara, Insyaallah akan sayang kepada negara Indonesia sehingga kami diberi kekuatan untuk melakukan upaya-upaya pengungkapan," ucap dia.

1 dari 4 halaman

Allah Masih Sayang, kata Iqbal

Selain empat tersangka itu, polisi turut mengamankan yakni AD dan AF alias VV.

AD mendapat uang Rp26 juta dari HK. Uang itu merupakan hasil penjualan senjata api rakitan laras panjang dan pendek.

Selain AD, pelaku berinisial AF juga mendapat uang dari HK. Jumlahnya Rp50 juta. Hasil menjual senjata api jenis revolver.

2 dari 4 halaman

Senjata Api Tersangka Rusuh 22 Mei dan Uang Rp150 Juta

Para tersangka ini terbukti terlibat dalam kerusuhan pada aksi 21 dan 22 Mei 2019 dan membawa senjata api (senpi).

" Siang ini kami menyampaikan tentang kepemilikan senjata api ilegal yang akan digunakan pada 21 dan 22 Mei dan rencana pembunuhan," ujar Iqbal di Menkopolhukam, Jakarta, Senin, 27 Mei 2019.

Polisi mengetahui adanya kepemilikan senjata api ilegal pada Selasa 22 Mei 2019 di sebuah hotel di daerah Cikini, Jakarta Pusat. Dari informasi itu, polisi menangkap enam tersangka di beberapa lokasi berbeda.

 

3 dari 4 halaman

Terendus di sebuah hotel di Menteng

 Paparan Polri dan TNI mengenai temuan rusuh di 22 Mei(Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi'an)

Paparan Polri dan TNI mengenai temuan rusuh di 22 Mei(Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi'an)

Pertama, polisi menangkap HK yang berperan sebagai leader dan mencari dan merangkap eksekutor.

Iqbal mengatakan, ketika kerusuhan pada 21 Mei 2019 HK juga berada di lokasi dengan membawa satu pucuk senjata api. HK ditangkap pada 22 Mei 2019 di sebuah hotel di Menteng, Jakarta Pusat.

" Yang bersangkutan menerima uang Rp150 juta," ucap dia.

Tersangka lain yakni ada AZ, dia berperan mencari dan merangkap sebagai eksekutor, kemudian ada IR berperan sebagai eksekutor. 

Saat itu, dia mendapat uang Rp5 juta. Tersangka berikutnya yakni TJ, dia berperan sebagai eksekutor dan menguasai senjata api rakitan Laras pendek call 22 dan laras panjang call 22.

 

4 dari 4 halaman

Tersangka Perempuan

TJ menerima uang Rp55 juta. Selain itu, ia juga teridentifikasi menggunakan narkoba.

Tak hanya itu, polisi juga menangkap dua penjual senjata api rakitan ilegal yakni AD. Dia menjual senjata rakitan laras pendek dan laras panjang ke HK, dari hasil penjualan itu AD mendapat uang Rp26 juta.

Saat ditangkap, AD juga terbukti mengonsumsi narkoba.

Penjual kedua yakni AF alias VV. Dia merupakan seorang wanita yang menjual senjata api rakitan revolver kepada HK. Dari penjualan itu ia mendapat uang Rp50 juta.

Selain itu, polisi turut mengamankan peluru dan juga rompi polisi. Iqbal berujar, saat ini pihaknya masih mendalami penggunaaan atribut polisi itu.

" Kita dalami, bisa dibeli," kata dia.

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone