Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Polisi Masih Mendalami Motif Pelaku Penusukan Syeikh Ali Jaber
Dream - Pelaku penusukan Syekh Ali Jaber, Alpin Adrian, (24) diduga beraksi dengan inisiatif sendiri. Hingga kini penyidik kepolisian belum menemukan bukti yang mengaitkan tindakan pelakunya dengan kelompok teroris ataupun sejenisnya.
“ Ya sampai sejauh ini kita belum menemukan hal kesana ya,” kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, dikutip dari Merdeka.com, Senin 14 September 2020.
Pandra mengatakan hasil pemeriksaan menunjukan pelaku mengaku melakukan tindakan penusukan tersebut karena sering melihat adegan di televisi.
Namun pengakuan tersebut masih akan terus ditelusuri polisi. Penyidik terutama akan mendalami motif pelaku.
" Hanya itu yang ada di alam pikiran dia. Makanya ini harus sesuai, antara fakta yang terjadi maupun dari keterangan tersangka," ujarnya.
Sebelumnya, Polisi menetapkan AA sebagai tersangka dalam kasus penikaman Syekh Ali Jaber hari Minggu, 13 September 2020.
Sejauh ini pasal yang disangkakan ke AA adalah pasal penganiayaan berat. Dari hasil pemeriksaan, penyidik juga memiliki dua alat bukti permulaan untuk menyematkan status tersangka ke AA.
AA menjalani pemeriksaan secara maraton di Polresta Bandar Lampung sejak kemarin.
Sumber: merdeka.com
Dream - Syekh Ali Jaber yakin penusuknya bukanlah orang yang mengalami gangguan jiwa. Pendakwah asal Madinah itu bahkan menyebut penusuk yang sudah ditahan oleh polisi itu sangat terlatih.
" Saya tidak percaya dia gila, cara memburu targetnya langsung ke bagian vital. Menurut saya bukan gangguan jiwa. Dia sangat berani dan sangat terlatih," ujarnya, Senin 14 September 2020, dikutip dari pojoksatu.id.
Menurut Syekh Ali Jaber, melihat cara pelaku menusukkan pisau, peristiwa itu tampak terorganisir.
“ Kalau saya tidak bergerak, bisa saja pisau itu kena leher atau kepala saya,” terangnya.
Oleh sebab itu, ia meminta polisi segera mengusut kasus tersebut, termasuk orang yang ikut berperan di belakang pelaku.
“ Mohon dihukum karena kita negara hukum, jangan main hakim sendiri,” ujarnya.
Syekh Ali Jaber meminta polisi terbuka dan tidak cepat mengambil kesimpulan bahwa pelaku memiliki gangguan kejiwaan.
“ Saya punya kepercayaan besar sama polisi, jangan disalahgunakan. Selesaikan dengan fokus, selidiki, tenang dan saya akan sabar menunggu keadilan ini,” ujarnya.
Sumber: Pojoksatu.id
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya