Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Instagram.com/alfianihidayatulsolikah
Dream - Alfiani Hidayatul Solikha, satu dari lima pramugari Pesawat Lion Air JT610 rute Jakarta-Pangkal Pinang, yang jatuh di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, pernah menuliskan keluh kesahnya dengan pekerjaan yang dijalani.
Curahan hati itu disampaikan Alfiani kepada guru bahasa Inggrisnya semasa SMA, Rindang Wahtu Wijayanti. Menurut Rindang , Alfiani menceritakan keluh kesahnya sehari sebelum dia harus kembali bertugas menjadi awak kabin pesawat Lion Air JT610.
Ya, pada Minggu 28 Oktober 2018 sore hari, Alfi sempat mengirimkan curhat itu melalui percakapan Whatsapp. Dalam tulisannya, Alfi mengatakan tengah lelah bekerja.
Alfi menyadari kalau bekerja tidaklah mudah. Ia harus berpura-pura untuk selalu bahagia meski sedang sedih.
" So tired mom. Now i realize that work is not easy...life is not easy dan happy is not easy..sometime behind smile is sadness (sangat melelahkan ibu. Sekarang aku menyadari bekerja bukanlah gampang..hidup tidaklah mudah dan gembira bukan gampang..terkadang di balik. senyum adalah duka)," tulis Alfi dalam pesan WhatsApp yang ditujukan kepada Rindang.
Mendengar keluh kesah Alfi, Rindang mencoba memberi semangat jika setiap orang memang harus terpaksa tersenyum
" Yeah..sometimes we are forced to smile (ya..terkadang kita dipaksa untuk tersenyum)," balas Rindang
Mendapatkan jawaban itu, Alfiani menuliskan pesan lagi. Kali ini dia mengaku bukan tipe wanita yang suka dengan tekanan.
" Yes mom..actually I need happiness and freedom..i dont like pressure. (ya ibu..sebenarnya aku ingin bahagia dan bebas..aku tidak suka tertekan)," tulis Alfiani.
Curhat Alfi ke Rindang ternyata tak hanya terjadi satu kali. Jauh sebelum pesan whatsapp terakhir itu, Alfi pernah beberapa kali mengeluh kecapekan.
Namun selama itu pula Rindang selalu berusaha memotivasi mantan anak didiknya di SMAN I Dolopo itu.
" Saya terus support. Saya motivasi, teman-teman kamu yang lain saja ingin seperti kamu," kata Rindang.
Seperti diketahui, sehari sesudah percakapan itu pesawat yang ditumpangi Alfiani mengalami kecelakaan.
Kini Alfi sudah tak lelah lagi. Meski takan pernah sampai di tujuan, namun Alfi dan ke 187 penumpang lainnya sudah terbang ke tempat yang lebih tinggi dan indah.
(Planetmerdeka.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya