Curhat Pramugari Korban Lion Air JT610: Di Balik Senyum Ada Duka

Reporter : Idho Rahaldi
Rabu, 31 Oktober 2018 10:01
Curhat Pramugari Korban Lion Air JT610: Di Balik Senyum Ada Duka
Alfi menyadari kalau bekerja tidaklah mudah. Ia harus berpura-pura untuk selalu bahagia meski sedang sedih.

Dream - Alfiani Hidayatul Solikha, satu dari lima pramugari Pesawat Lion Air JT610 rute Jakarta-Pangkal Pinang, yang jatuh di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, pernah menuliskan keluh kesahnya dengan pekerjaan yang dijalani.

Curahan hati itu disampaikan Alfiani kepada guru bahasa Inggrisnya semasa SMA, Rindang Wahtu Wijayanti. Menurut Rindang , Alfiani menceritakan keluh kesahnya sehari sebelum dia harus kembali bertugas menjadi awak kabin pesawat Lion Air JT610.

Ya, pada Minggu 28 Oktober 2018 sore hari, Alfi sempat mengirimkan curhat itu melalui percakapan Whatsapp. Dalam tulisannya, Alfi mengatakan tengah lelah bekerja.

Alfi menyadari kalau bekerja tidaklah mudah. Ia harus berpura-pura untuk selalu bahagia meski sedang sedih.

" So tired mom. Now i realize that work is not easy...life is not easy dan happy is not easy..sometime behind smile is sadness (sangat melelahkan ibu. Sekarang aku menyadari bekerja bukanlah gampang..hidup tidaklah mudah dan gembira bukan gampang..terkadang di balik. senyum adalah duka)," tulis Alfi dalam pesan WhatsApp yang ditujukan kepada Rindang.

1 dari 2 halaman

Aku Butuh Kebahagian dan Kebebasan

Mendengar keluh kesah Alfi, Rindang mencoba memberi semangat jika setiap orang memang harus terpaksa tersenyum 

" Yeah..sometimes we are forced to smile (ya..terkadang kita dipaksa untuk tersenyum)," balas Rindang

Mendapatkan jawaban itu, Alfiani menuliskan pesan lagi. Kali ini dia mengaku bukan tipe wanita yang suka dengan tekanan

" Yes mom..actually I need happiness and freedom..i dont like pressure. (ya ibu..sebenarnya aku ingin bahagia dan bebas..aku tidak suka tertekan)," tulis Alfiani.

 

2 dari 2 halaman

Tak Hanya Kali Ini Saja Curhat

Curhat Alfi ke Rindang ternyata tak hanya terjadi satu kali. Jauh sebelum pesan whatsapp terakhir itu, Alfi pernah beberapa kali mengeluh kecapekan.

Namun selama itu pula Rindang selalu berusaha memotivasi mantan anak didiknya di SMAN I Dolopo itu.

" Saya terus support. Saya motivasi, teman-teman kamu yang lain saja ingin seperti kamu," kata Rindang.

Seperti diketahui, sehari sesudah percakapan itu pesawat yang ditumpangi Alfiani mengalami kecelakaan.

Kini Alfi sudah tak lelah lagi. Meski takan pernah sampai di tujuan, namun Alfi dan ke 187 penumpang lainnya sudah terbang ke tempat yang lebih tinggi dan indah.

(Planetmerdeka.com)

Beri Komentar
Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'