Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Jokowi (dream.co.id)
Dream - Presiden Joko Widodo secara resmi membuka Muktamar Nasional (Munas) ke-IX Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pembukaan dilakukan di Gedung Grahadi, Komplek Rumah Dinas Gubernur Jawa Timur, di Surabaya, Selasa, 25 Agustus 2015.
Dalam sambutannya Jokowi mengatakan di Indonesia ada dua arus besar Islam yaitu Islam Nusantara dan Islam Berkemajuan. Jokowi mengatakan jika dua pandangan Islam ini pada akhirnya akan bertemu dalam satu muara yang mulia tujuannya, yakni untuk Indonesia dan dunia yang berkeadilan, berkeadaban dan rahmatan lil alamin.
Dalam Munas yang mengangkat tema; “ Islam Wasathiyah untuk Indonesia dan Dunia yang Berkeadilan dan Berkeadaban” tersebut, Jokowi juga melihat MUI sebagai wadah berbagai ormas Islam. Menurutnya MUI mampu menjadi pelopor umat tengahan.
“ Umat tengahan menjunjung nilai-nilai Islam yang moderat, toleran, inklusif, rukun dan damai,” kata Presiden Jokowi dikutip dari laman kemenag.go.id.
Presiden berharap, MUI mampu menjadi pelopor untuk mewujudkan umat tengahan tersebut. Dia juga berharap MUI menjadi mitra stategis pemerintah.
Selain itu, dia mengajak masyarakat untuk tetap optimis dan pro aktif untuk menjaga kondisi Indonesia untuk tetap stabil. Menurutnya, dengan keadaan Indonesia yang stabil keilmuan Islam akan berkembang dan maju.
“ Untuk itu kita harus meningkatkan dzikir, berpikir, kerja keras dan beramal shaleh untuk mengimplementasikan cita-cita kita sebagai masyarakat yang mandiri, bermartabat, dan berperadaban tinggi,” pungkasnya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya