Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Rumah Pria 60 Tahun Di Hongkong (Foto: World Of Buzz)
Dream - Seorang pria lanjut usia, berusia sekitar 60 tahun, harus menjalani kehidupan dengan menyedihkan. Sehari-hari Lansia malang ini menghabiskan sisa tabungan hidupnya dengan tinggal di sebuah toilet yang ia sebut sebagai rumah.
Sebuah organisasi non-pemerintah (LSM) yang dikenal sebagai Tim Layanan Masyarkat Peduli Pemeliharaan Hongkong, membagikan cerita ini melalui laman Facebook mereka.
LSM tersebut berbagi kisah tentang seorang pria paruh baya yang malang, saat mereka melakukan sebuah kunjungan.
Saat melakukan kunjungan, secara tidak sengaja mereka bertemu dengan seorang pria paruh baya yang tinggal sendirian selama berpuluh puluh tahun di Distrik To Kwan Wan, Hongkong.
Kakek tersebut tinggal di sebuah ruangan berpetak dengan tinggi hanya enam meter. Pria itu menyebut ruangan tersebut rumah. Sementara para sukarelawan melihat ruangan tersebut adalah toilet.
Pria 60 tahun tersebut diketahui telah lama berpisah dengan keluarganya. Ia pun tidak lagi mendapat pekerjaan karena usianya yang sudah lanjut.
Sehingga, ia terpaksa menjalani sisa hari-harinya di rumah 'toilet' sewaannya.


Pria paruh baya itu menyewa bilik kecil persegi dengan tinggi enam meter seharga 1.700 yuan atau sekitar Rp3.720.000, seperti yang dilaporkan Hongkong Apple Daily, dikutip dari World of Buzz, Selasa 29 September 2020.
Tak hanya kehidupannya yang sulit, pria itu harus dibebankan dengan membayar sewa tiap tahunnya dengan sisa uang tabungan hidupnya.
Salah satu sukarelawan yang mengunjungi 'rumah' pria tersebut mengatakan, pria tersebut menggunakan papan kayu untuk makan. Ia juga menggunakan papan kayu sebagai alas tidur untuk menutupi lubang toilet, sehingga dirinya bisa tidur dengan seluruh tubuh terulut.
Tim LSM pun terkejut dengan kondisi ruangan yang tak layak dan menuntut keadilan dari pengusaha yang melakukan pemungutan biaya sewa untuk sebuah bilik yang hampir tidak bisa ditinggali.
Sumber: World of Buzz
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya