Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Pria Berjubah Mengamuk di Minimarket Gara-Gara Sedekah Rp1000 Meminta Maaf

Reporter : Idho Rahaldi
Senin, 13 Mei 2019 11:45
Pria Berjubah Mengamuk di Minimarket Gara-Gara Sedekah Rp1000 Meminta Maaf
Pria itu marah lantaran merasa dilecehkan terkait sumbangan

Dream - Akhir pekan lalu laman media sosial diramaikan oleh video pria bergamis putih yang memarahi kasir sebuah minimarket di kecamatan Matangkuli, Aceh Utara.

Pria itu marah lantaran merasa dilecehkan terkait sumbangan Rp 1000 yang diberikan kasir minimarket.

Melansir akun instagram resmi Polres Aceh Utara, pria yang diketahui bernama Jakfar Kuba itu sudah menyampaikan permohonan maaf.

Dari unggahan video, Jakfar terlihat memberikan keterangan permohonan maafnya didampingi oleh tokoh masyarakat, agama, manajemen Indomaret, dan Kapolsek Matangkuli.

1 dari 3 halaman

Ketua Remaja Mesjid

Jakfar Kuba sendiri diketahui merupakan seorang ketua remaja masjid AL-Khalifah Ibrahim, Matangkuli.

“ Saya Jakfar Kuba selaku Ketua Remaja Masjid Besar Al-Khalifah Ibarahim, Matangkuli, Aceh Utara. Sebelumnya saya memohon maaf kepada semua pihak atas video yang viral di berbagai media dan berita yang mungkin sudah meresahkan masyarakat,” ujarnya dalam video.

Jakfar lalu menyampaikan, dirinya bersama dengan pihak manajemen minimarket telah bertemu.

Atas kejadian yang berlangsung pada Sabtu 11 Mei 2019 lalu itu, kedua pihak sepakat menyelesaikan masalah dengan musyawarah.

“ Hari ini 12 Mei 2019, kami bersama pihak manajemen Indomaret sudah bertemu dan bermusyawarah. Bahwa segala kejadian yang terjadi pada 11 Mei lalu adalah murni kesalahpahaman dan kami bersepakat bahwa hal ini diselesaikan secara kekeluargaan. Kami berharap hal ini tidak lagi terjadi di kemudian hari,” katanya.

Pada akhir video, Jakfar dan manajemen Indomaret saling rangkul dan bersalaman.

“ Sekali lagi saya memohon maaf sebesar-besarnya. Semoga di bulan Ramadhan yang berkah ini dilimpahkan kepada kita semua,” katanya.

2 dari 3 halaman

Video Permintaan Maaf

      Lihat postingan ini di Instagram

Dimediasi Polisi, Kasus Marah-Marah di Indomaret Karena Sumbangan Rp.1000 Berakhir Damai LHOKSUKON – Kepolisian Resor Aceh Utara bersama jajarannya Polsek Matangkuli, melakukan mediasi antara Kepala Indomaret Cabang Medan dengan Jafar Quba, Ketua Remaja Masjid Al Khalifah Ibrahim, Matangkuli, Aceh Utara Minggu (12/5/2019) sore. Mediasi yang dilakukan terkait peristiwa permintaan sumbangan yang kemudian viral di media sosial. Saat itu, Jafar Quba marah ketika diberi Rp 1.000 oleh karyawan Indomaret. Mereka mengaku meminta sumbangan untuk diberikan kepada umat Muslim di Palestina. Sementara satu orang lainnya, yakni Muhammadiyah yang terekam dalam video ikut marah-marah dan membanting barang di indomaret juga hadir dalam mediasi tersebut. Dalam surat perjanjian damai yang dibuat belah pihak bertandatangan di atas materai Rp 6.000, Jafar Quba dan Muhammadiyah meminta maaf atas peristiwa tersebut. “ Kami meminta maaf, ini murni kesalahpahaman dan kita sepakat menyelesaiakannya secara kekeluargaan dan berdamai,” kata Jafar. Sementara itu, Kapolsek Matangkuli, Aceh Utara, Iptu Sudiya Karya, menyatakan, kedua belah pihak sepakat tidak membawa masalah itu ke ranah hukum. “ Pihak Indomaret diwakili kepala cabang Medan saudara Muhammad Lukman juga hadir. Kita sepakat berdamai dengan begitu kasus ini ditutup,” kata Kapolsek. ___________________________________ Berakhir Damai ya sobat polri... @divisihumaspolri @multimedia.humaspolri #damaiituindah #cintadamai #divisihumaspolri #multimediahumaspolri #bidhumaspoldaacehupdate #polisihumanis #viral

Sebuah kiriman dibagikan oleh Polres Aceh Utara (@polres.acehutara) pada

3 dari 3 halaman

Awal Perselisihan

Dream - Media sosial, baik Twitter dan Instagram sedah dihebohkan dengan insiden di Matangkuli, Aceh Utara. Seorang pria yang mengenakan gamis dan peci mengamuk di salah satu minimarket.

Pria tersebut mengamuk karena, karyawan minimarket tersebut memberikan Rp1.000 untuk sumbangan. Menurut pria itu, sumbangan uang seperti pelecehan.

" Seribu kau kasih pelecehan ini. Ini pelecehan ini seribu kalian kasih untuk sedekah. Bukan untuk kami. Kalian cari untung saja di Matangkuli. Mendingan gak dikasih kalau seribu kalian kasih. Lihat pedagang ikan itu, seratus ribu,"  kata pria tersebut.

Dua pelayan minimarket yang ada di lokasi tak banyak berbicara. Mereka memilih diam saat tempat kerja digeruduk.

Beri Komentar