Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Instagram.com/ Polres.acehutara
Dream - Akhir pekan lalu laman media sosial diramaikan oleh video pria bergamis putih yang memarahi kasir sebuah minimarket di kecamatan Matangkuli, Aceh Utara.
Pria itu marah lantaran merasa dilecehkan terkait sumbangan Rp 1000 yang diberikan kasir minimarket.
Preman berkedok agama ya gini, modal jubah buat malak. Malu-maluin Islam aja nih. pic.twitter.com/KS2zFgvnCF
— â�¯ï¸ï¿½ Bittersweet (@mamaciaaa)May 11, 2019
Melansir akun instagram resmi Polres Aceh Utara, pria yang diketahui bernama Jakfar Kuba itu sudah menyampaikan permohonan maaf.
Dari unggahan video, Jakfar terlihat memberikan keterangan permohonan maafnya didampingi oleh tokoh masyarakat, agama, manajemen Indomaret, dan Kapolsek Matangkuli.
Jakfar Kuba sendiri diketahui merupakan seorang ketua remaja masjid AL-Khalifah Ibrahim, Matangkuli.
“ Saya Jakfar Kuba selaku Ketua Remaja Masjid Besar Al-Khalifah Ibarahim, Matangkuli, Aceh Utara. Sebelumnya saya memohon maaf kepada semua pihak atas video yang viral di berbagai media dan berita yang mungkin sudah meresahkan masyarakat,” ujarnya dalam video.
Jakfar lalu menyampaikan, dirinya bersama dengan pihak manajemen minimarket telah bertemu.
Atas kejadian yang berlangsung pada Sabtu 11 Mei 2019 lalu itu, kedua pihak sepakat menyelesaikan masalah dengan musyawarah.
“ Hari ini 12 Mei 2019, kami bersama pihak manajemen Indomaret sudah bertemu dan bermusyawarah. Bahwa segala kejadian yang terjadi pada 11 Mei lalu adalah murni kesalahpahaman dan kami bersepakat bahwa hal ini diselesaikan secara kekeluargaan. Kami berharap hal ini tidak lagi terjadi di kemudian hari,” katanya.
Pada akhir video, Jakfar dan manajemen Indomaret saling rangkul dan bersalaman.
“ Sekali lagi saya memohon maaf sebesar-besarnya. Semoga di bulan Ramadhan yang berkah ini dilimpahkan kepada kita semua,” katanya.
Dream - Media sosial, baik Twitter dan Instagram sedah dihebohkan dengan insiden di Matangkuli, Aceh Utara. Seorang pria yang mengenakan gamis dan peci mengamuk di salah satu minimarket.
Pria tersebut mengamuk karena, karyawan minimarket tersebut memberikan Rp1.000 untuk sumbangan. Menurut pria itu, sumbangan uang seperti pelecehan.
" Seribu kau kasih pelecehan ini. Ini pelecehan ini seribu kalian kasih untuk sedekah. Bukan untuk kami. Kalian cari untung saja di Matangkuli. Mendingan gak dikasih kalau seribu kalian kasih. Lihat pedagang ikan itu, seratus ribu," kata pria tersebut.
Dua pelayan minimarket yang ada di lokasi tak banyak berbicara. Mereka memilih diam saat tempat kerja digeruduk.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya