Presiden Iran: 25 Juta Warga Terinfeksi Covid-19

Reporter : Arini Saadah
Senin, 20 Juli 2020 15:00
Presiden Iran: 25 Juta Warga Terinfeksi Covid-19
Iran telah menjadi negara di Timur Tengah yang paling terpukul akibat pandemi Covid-19

Dream – Presiden Iran, Hassan Rouhani, mengeluarkan pernyataan mengejutkan melalui saluran televisi, Sabtu 18 Juli 2020 mengeluarkan pernyataan mengejutkan. Dia mengatakan bahwa 25 juta warga negaranya telah terinfeksi Covid-19.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan laporan resmi pada hari itu, yaitu sebanyak 271.606 kasus, atau sekitar 30 persen dari 80 juta total jumlah penduduk di Iran.

Rouhani mengatakan, jumlah kasus infeksi Covid-19 sebanyak 25 juta tersebut didasarkan pada perkiraan skenario laporan penelitian Kementerian Kesehatan.

1 dari 3 halaman

Kasus Meningkat Sejak Pelonggaran

Ilustrasi© Pixabay

Iran telah menjadi negara di Timur Tengah yang paling memprihatinkan akibat pandemi Covid-19. Pasalnya jumlah kematian dan kasus infeksi Covid-19 meningkat tajam sejak pelonggaran lockdown dimulai.

“ Perkiraan kami adalah sejauh ini sebanyak 25 juta orang Iran telah terinfeksi virus corona, dan sekitar empat belas ribu orang telah kehilangan nyawa mereka,” tutur Rouhani.

Ia menambahkan, kemungkinan sebanyak 30 hingga 35 juta lebih orang Iran akan berisiko terkena infeksi Covid-19.

“ Ada kemungkinan bahwa 30 hingga 35 juta lebih orang akan berisiko terjangkit Covid-19,” ucap Rouhani tanpa menjelaskan apa maksudnya.

Diketahui, lebih dari 200.000 orang telah dirawat di rumah sakit. Presiden Rouhani juga menambahkan Kementerian Kesehatan telah memperkirakan 200.000 orang masih akan memerlukan perawatan rumah sakit hingga beberapa bulan mendatang.

2 dari 3 halaman

Jumlah Kemungkinan Infeksi

Ilustrasi© freepik.com

Seorang pejabat di Gugus Tugas Covid-19 menyatakan bahwa maksud dari 25 juta orang yang disebutkan oleh Presiden Rouhani adalah orang-orang yang kemungkinan terinfeksi virus namun tidak memerlukan perawatan medis rumah sakit.

Kementerian kesehatan melaporkan sebanyak 188 kematian dalam waktu 24 jam sehingga total kematian akibat Covid-19 di Iran berjumlah 13.979 jiwa.

3 dari 3 halaman

Atas peningkatan jumlah kasus Covid-19 tersebut akhirnya pemerintah Iran kembali memberlakukan lockdown selama satu minggu di Ibukota Teheran, termasuk melarang aktivitas keagamaan dan budaya, menutup sekolah-sekolah, kafe, kolam renang, taman hiburan dan tempat-tempat public lainnya.

Gubernur Provinsi Barat Daya mengatakan sejak hari Minggu, 22 kota di Provinsi Khuzestan akan diberlakukan lockdown selama 3 hari. Termasuk di wilayah Behbahan, yang sebelumnya terjadi insiden penyemprotan gas air mata oleh pihak keamanan kepada sejumlah kerumunan yang sedang aksi memprotes kesulitan ekonomi di tengah pandemi.

Sumber: Channel News Asia

Beri Komentar