Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Profesor yang Ramalannya pada Gempa Turki Terbukti Kembali Bikin Prediksi: Indonesia Bakal Gempa Besar Awal Maret

Reporter : Nabila Hanum
Jumat, 3 Maret 2023 15:00
Profesor yang Ramalannya pada Gempa Turki Terbukti Kembali Bikin Prediksi: Indonesia Bakal Gempa Besar Awal Maret
"Saya tidak melebih-lebihkan. Saya tidak berusaha menciptakan ketakutan. Ini adalah peringatan," ujar Frank

Dream - Frank Hoogerbeets, profesor asal Belanda yang meramal gempa Turki kembali membuat kehebohan dengan prediksi terbarunya.

Frank memperkirakan wilayah Indonesia, khususnya Pulau Sulawesi, Halmahera, dan Laut Banda, akan mengalami gempa besar pada awal Maret 2023.

Dalam videonya di channel YouTube SSGEOS, Frank menyebut minggu pertama bulan Maret 2023 akan menjadi titik yang sangat kritis.

Ia memprediksi akan ada aktivitas seismik yang besar karena konvergensi geometri planet.

1 dari 3 halaman

" Konvergensi geometri planet kritis sekitar 2 dan 5 Maret dapat mengakibatkan aktivitas seismik besar hingga sangat besar. Bahkan mungkin gempa dorong besar sekitar 3-4 Maret dan atau 6-7 Maret," katanya.

Menurutnya, kekuatan gempa yang diduga akan datang bisa lebih dari 8 skala richter. Wilayah cakupannya pun membentang di Timur Benua Asia hingga Indonesia.

" Daerah yang terkena dampak dapat membentang ribuan kilometer, dari Semenanjung Kamchatka dan Kepulauan Kuril di Timur Jauh Rusia, sampai ke Filipina. Sulawesi, Halmahera, mungkin Laut Banda, Indonesia," ujar Frank yang bekerja di Survei Geometrik Tata Surya (SSGEOS) itu.

2 dari 3 halaman

" Saya tidak melebih-lebihkan. Saya tidak berusaha menciptakan ketakutan. Ini adalah peringatan," sambungnya.

Karenanya ia meminta semua pihak memiliki perencanaan. Ia mengatakan perencanaan yang matang bisa menyelamatkan banyak nyawa.

" Ketika tanah bergetar, kamu harus tahu apa yang dilakukan. Kalian harus keluar segera dari rumah dan bangunan. Itu akan menyelamatkan nyawa," ujarnya

3 dari 3 halaman

Sebelumnya, Frank menjadi viral setelah pada 3 Februari lalu memprediksi gempa Turki dan Suriah, yang pada kenyataannya terjadi pada 6 Februari.

Saat itu, ia mengatakan " cepat atau lambat gempa berkekuatan 7,5 akan terjadi di wilayah ini (Turki Tengah Selatan, Yordania, Suriah, Lebanon)" .

Tiga hari kemudian, gempa berkekuatan M 7,8 melanda Turki dan Suriah. Bencana tersebut menyebabkan kematian lebih dari 50.000 orang, dan gempa susulan yang kuat berlanjut di wilayah tersebut hingga hari ini.

Beri Komentar