Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilmuwan Temukan 'Detak Jantung' Misterius Di Matahari, Tuai Perdebatan (Shutterstock)
Dream – Sinyal “ detak” misterius di matahari telah membuat para ilmuwan bingung. Detak yang berulang setiap beberapa detik itu diyakini bisa membantu kita untuk memahami ledakan paling kuat di tata surya.
Sinyal detakan yang berlokasi di atmosfer matahari itu terjadi setiap sepuluh dan duapuluh detik. Para ilmuwan yakin detak tersebut berasal dari letusan badai matahari kelas C yang terjadi 5.000 kilometer dari permukaan matahari.
Menurut laporan para ilmuwan, badai matahari tersebut merupakan pelepasan enegergi paling kuat. Sebuah badai matahari yang kuat dapat mengakibatkan ukuran Bumi mengecil.

Astronom Sijie Yu menggambarkan bahwa penemuan ini ‘tidak terduga’. Menurut dia, pola detakan itu sangat penting untuk memahami bagaimana energi dilepaskan dan disemburkan ke atmosfir matahari selama terjadi ledakan dahsyat itu di matahari.
“ Namun, asal-muasal pola berulang itu, yang juga disebut denyut kuasi periodik, telah lama menjadi misteri dan menjadi sumber perdebatan di antara para fisikawan tata surya,” tutur Sijie Yu.
Dengan menggunakan Expanded Owens Valley Solar Array (EOVSA), sebuah fasilitas milik Amerika Serikat untuk melacak frekuensi radio gelombang mikro, para ilmuwan mampu melacak lokasi tepat terjadinya detak pertama.
Sinyal awal diyakini berasal dari dasar arus listrik lebih dari 25.000 kilometer melalui inti letusan. Di sinilah ledakan paling kuat terjadi karena garis-garis medan magnet yang saling berlawanan saling mendekat, sebelum terputus dan menyambung kembali.
Saat menganalisis temuan ini, para ilmuwan secara tidak sengaja mendapati denyut misterius ke dua. Pola berulang tidak jarang terjadi pada semburan radio matahari.
Menariknya, para ilmuwan secara tak terduga menemukan sumber sekunder di sepanjang lembaran arus yang membentang itu, yang berdenyut dengan cara yang sama.
Penemuan detak ini diklaim sebagai fenomena yang pertama kali terdeteksi. Penyelidikan terhadap kedua denyut yang seperti detak jantung pun masih berlanjut.
(Laporan: Cika Puspita / Sumber: DailyStar)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam