Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Proteksi Unik Murid SD di China Saat Belajar di Sekolah

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 28 April 2020 12:03
Proteksi Unik Murid SD di China Saat Belajar di Sekolah
Para murid sudah mulai kembali belajar di sekolah.

Dream - Pemerintah China mulai mencabut kebijakan untuk tetap di rumah. Sekolah dan perkantoran serta sentra bisnis mulai dibuka. Meski demikian, para warganya tetap diimbau menjaga kesehatan dan menggunakan perlindungan.

Salah satu yang wajib dikenakan adalah masker. Sebuah foto para murid sekolah dasar Hangzhou viral di Twitter. Mereka tampak sangat menggemaskan dengan perlengkapan proteksi mereka.

Bukan hanya memakai masker, mereka juga mengenakan topi pelindung dengan garis panjang di bagian belakang.

Cuitan Chowleen

" Anak kelas satu SD di Hangzhou kembali ke sekolah dengan penutup kapala social distancing. Garis panjang di topi dikenakan di Dinasti Song, dulunya untuk mencegah para pejabat melakukan konspirasi satu sama lain di pengadilan - menjaga jarak sosial seusai dengan fungsi aslinya," tulis keterangan akun @chowleen.

Ia menjelaskan kalau topi yang dikenakan para murid SD kelas 1 itu merupakan topi tradisional yang dulu dikenakan para pejabat pengadilan Kerajaan Tiongkok. Topi dengan garis panjang itu dimaksudkan agar para pejabat tak bisa berdekatan untuk melakukan konspirasi.

Saat ini, topi tersebut dimanfaatkan agar anak-anak tetap menjaga jarak. Hal ini agar saat garis tersebut terkena dengan topi temannya, berarti jarak anak terlalu dekat. 

Tentunya untuk mencegah penularan virus kembali terjadi. Kreatif, bukan?

1 dari 5 halaman

Sekolah dari Rumah Masih Berlanjut, Apa yang Harus Difokuskan?

Sekolah dari Rumah Masih Berlanjut, Apa yang Harus Difokuskan? © Dream

Dream - Awal penerapan kebijakan sekolah dari rumah memang terasa agak memusingkan orangtua. Terutama bagi orangtua bekerja yang juga harus memenuhi kewajibannya dan tak bisa mendampingi proses belajar dengan maksimal.

Tugas dan target yang cukup banyak dari sekolah, kerap membuat anak kewalahan. Dalam situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang, yang penuh ketidakpastian, penting untuk menurunkan standar agar kondisi mental anak tidak menurun.

" Anak adalah pembelajar natural, mereka bisa belajar dari banyak hal bukan hanya dari sekolah. Saat tugasnya tak selesai, pencapaiannya tak seperti biasa, semangatnya menurun, itu adalah hal normal," kata Emma Homerlein, kepala sekolah SMP International School of Florence di Italia, dikutip dari Motherly.

 

 

2 dari 5 halaman

Pembelajaran Natural

Pembelajaran Natural © Dream

Homerlein mengatakan dia tidak terlalu khawatir dengan kondisi anak-anak yang tertinggal materi pelajaran. Justru ia lebih menekankan pada kesehatan mental anak dan orangtua yang berusaha tetap hidup normal dalam situasi pandemi.

" Seluruh dunia akan berada dalam situasi yang sama. Ada semua jenis pembelajaran yang berbeda, dan berada di rumah adalah salah satunya. Ini dapat membantu kita melihat pembelajaran dari sudut pandang yang berbeda. Ini bisa menjadi peluang bagi setiap lembaga pendidikan untuk memikirkan kembali proses pembelajaran," kata Homerlein.

 

3 dari 5 halaman

Kesehatan Emosi

Kesehatan Emosi © Dream

Jadi apa yang dapat orangtua lakukan untuk membantu memfasilitasi pembelajaran anak Anda di rumah? Berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan.

Fokus pada kesehatan emosi anak dan orangtua
Kesehatan emosional adalah fondasi yang perlu dipelajari semua anak. Ketika mereka kesal atau stres, fungsi otak mereka tidak optimal, dan mereka akan berjuang untuk memproses bahasa, mempertahankan informasi dan berpikir dengan cara yang rasional dan masuk akal.

Saat ini kita hidup di masa-masa yang sangat menegangkan, dan fokus utama kita saat ini adalah menjaga diri kita sendiri dan keluarga kita. Caranya bisa dengan latihan meditasi, membuat waktu obrolan, membuat momen khusus bermain dan bersantai. Pastikan seluruh anggota keluarga merasa tenang, saling menguatkan dan aman saat di rumah.

 

4 dari 5 halaman

Ikuti minat anak

Ikuti minat anak © Dream

Kita sebenarnya tidak harus menetapkan kurikulum, terutama untuk jangka waktu terbatas seperti ini. Sebaliknya, ikuti dan fasilitasi minat anak dan apa yang membuat mereka senang. Ini tidak hanya akan membantu kesehatan mental mereka, tetapi juga akan memungkinkan pembelajaran terjadi secara alami.

 

5 dari 5 halaman

Miliki rutinitas, tetapi fleksibel

Miliki rutinitas, tetapi fleksibel © Dream

Jika rutin bekerja sudah biasa orangtua lakukan maka cobalah membagi hari menjadi fase yang berbeda seperti waktu olahraga, membaca, permainan, dan waktu mandiri. Bukan harus jadwal yang ketat, tetapi untuk membuat ritme kegiatan di rumah lebih teratur.

Tetapkan kebiasaan belajar yang teratur

" Belajar kebiasaan adalah penting. Sedikit latihan dan rutin," kata Hommerlein. Ia merekomendasikan untuk orangtua membacakan buku pada anak setiap hari. Bisa juga bermain kartu dan menebak gambar di dalamnya untuk melatih memori.

Orangtua juga tidak perlu perlu terus-menerus menghibur anak-anak. Waktu untuk bermain secara mandiri adalah yang benar-benar menumbuhkan kreativitas dan keterampilan motivasi diri mereka.
 

Beri Komentar