Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi (Foto: Pexels)
Dream – Puisi adalah karya sastra berisi ungkapan hati para penyair. Membaca puisi terasa begitu mendebarkan. Susunan kalimat yang dibuat apik dan penuh makna, begitu terdengar indah.
Puisi adalah sebuah karya sastra yang dibuat berdasarkan pengalaman atau ide kreatif dari si penulis. Kalimat-kalimat yang tercipta pun dapat menjadi pelipur lara bagi hati yang sedang dirundung gelisah.
Puisi juga dapat menjadi karya berisi kebahagiaan yang begitu romantis. Bahasanya mampu membuat siapa saja tersenyum manis.
Bahasa puisi juga seringkali bisa membuat merinding dan mendebarkan hati bagi orang yang membaca maupun mendengarkannya.
Indonesia sendiri memiliki banyak penyair besar yang telah menghasilkan karya-karya puisi yang fenomenal, seperti Chairil Anwar, WS Rendra, Taufik Ismail, Sapardi Joko Damono, Joko Pinurbo dan lain sebagainya. Beberapa sastrawan tersebut memiliki gaya bahasanya masing-masing saat menulis dan membaca puisi.

Secara istilah, puisi adalah sebuah bentuk karya sastra yang mengungkapkan suatu pikiran serta perasaan penyair secara imajinatif dan disusun menggunakan kekuatan Bahasa baik dari struktur fisik maupun struktur batin.
Dalam proses pembuatan puisi, seorang penyair menggunakan bahasa yang penuh makna dan disusun dengan penuh keindahan.
Sementara menurut Sastra Sudjiman, puisi adalah sebuah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh sebuah irama, matra, rima, serta sesuatu penyusunan larik dan bait.
Puisi adalah bentuk karya sastra dari hasil ungkapan dan perasaan penyair dengan bahasa yang terikat irama, matra, rima, penyusunan lirik dan bait, serta padat makna.
Seiring perkembangan zaman, jenis puisi pun semakin banyak. Berikut adalah jenis-jenis puisi yang perlu kamu ketahui, diantaranya:

Puisi lama merupakan puisi yang dihasilkan sebelum abad ke-20. Puisi lama merupakan puisi yang masih terikat oleh aturan-aturan lama seperti jumlah baris, jumlah bait, bunyi sajak atau rima, jumlah suku kata pada tiap baris, dan irama.
Ada beberapa jenis puisi lama, yaitu:
Puisi baru adalah jenis puisi yang sudah tidak terikat oleh aturan tertentu layaknya puisi lama. Puisi baru memiliki bentuk yang lebih bebas dibandingkan dengan puisi lama baik dalam jumlah baris, suku kata, maupun rima.
Jenis-jenis puisi baru terdiri dari 15 aliran sebagai berikut:
Puisi kontemporer adalah puisi yang selalu berusaha menyesuaikan perkembangan zaman atau keluar dari ikatan konvensional.
Jenis puisi kontemporer tidak mementingkan irama serta gaya bahasa seperti puisi lama atau puisi baru. puisi kontemporer meliputi, puisi konkret, puisi mbeling atau puisi yang tidak mengikuti aturan umum.


Unsur intrinsik puisi adalah unsur yang terkandung dalam puisi dan memengaruhi puisi sebagai karya sastra. Unsur intrinsik puisi yaitu:
Unsur ekstrinsik puisi adalah terdiri dari aspek historis, aspek psikologis, aspek filsafat, dan aspek religius.

Sebelum membuat puisi, disarankan untuk banyak membaca puisi-puisi yang diciptakan oleh para penyair. Sehingga nantinya akan menambah referensi dalam pencarian kata atau membantuk kalimat dalam puisi.
Dalam proses pembuatan puisi, hal yang tidak boleh dilewatkan adalah menentukan tema. Sebelum menulis pastikan tema yang akan kamu angkat di dalam puisi tersebut sudah jelas.
Dalam menulis puisi, rangkaian kata yang digunakan dibuat seindah mungkin. Ungkapkan segala pikiran dan ide dalam sebuah tulisan.

Kurang pikir kurang siasat (a)
Tentu dirimu akan tersesat (a)
Barang siapa tinggalkan sembahyang ( b )
Bagai rumah tiada bertiang ( b )
Jika suami tiada berhati lurus ( c )
Istri pun kelak menjadi kurus ( c )
Senja di Pelabuhan Kecil
Karya: Chairil Anwar
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
Di antara gudang, rumah tua, pada cerita
Tiang serta temali.
Kapal, perahu tiada berlaut
Menghembus diri dalam mempercayai mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam
Ada juga kelepak elang menyinggung muram
Desir hari lari berenang menemu bujuk pangkal akanan
Tidak bergerak dan kini tanah, air tidur, hilang ombak.
Tiada lagi.
Aku sendiri.
Berjalan menyisir semenanjung
Masih pengap harap Sekali tiba di ujung
Dan sekalian selamat jalan dari pantai keempat
Sedu penghabisan bisa terdekap
(Diambil dari berbagai sumber)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam