Kata Guruh Soal Polemik Puisi `Ibu Indonesia` Sukmawati

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 3 April 2018 11:50
Kata Guruh Soal Polemik Puisi `Ibu Indonesia` Sukmawati
Guruh Soekarnoputra angkat suara soal puisi kakaknya.

Dream - Sukmawati Soekarnoputri membacakan puisi berjudul Ibu Pertiwi pada acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018, Kamis, 29 Maret 2018.

Empat hari berselang, puisi tersebut menjadi buah bibir warganet karena puisi tersebut diduga memojokkan Suku, Agama, Ras, Antargolongan (SARA). Adalah Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang menyebut puisi tersebut berpotensi memecah belah bangsa.

" Seharusnya semua yang berbau perbedaan itu tidak boleh lah dijadikan sebagai (sarana) menyudutkan orang lain. Apalagi yang sensitif seperti persoalan agama, suku, dan sebagainya," kata Fadli, dikutip Dream, dari , Selasa, 3 April 2018.

Fadli menyontohkan kasus ketersinggungan agama pernah terjadi pada kasus Pilkada DKI Jakarta. Saat itu, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok membuat gelombang massa berdemo dan menuntut Ahok diadili.

" Kita sudah lihat akibatnya seperti di dalam kasus Pilkada Jakarta. Itu kan bagaimana reaksi dari umat Islam," ujar Fadli.

 

1 dari 3 halaman

FUIB Akan Laporkan Sukmawati

Sementara itu, Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) rencananya akan melaporkan Sukmawati ke Bareskrim Polri. Ketua Umum FUIB Rahmat Himran menilai puisi yang dibacakan Sukmawati menistakan agama.

Sukmawati dilaporkan karena dianggap melakukan pelanggaran Pasal 28 ayat 2 KUHP Undang-undang ITE dan Penistaan Agama Pasal 156a. Laporan itu bakal dilakukan pada Kamis, 5 April 2018.

" Terkait puisi dia sampaikan tentang pelecehan umat Islam bahwa konde ibu pertiwi Indonesia itu lebih indah daripada cadar. Kemudian dia katakan bahwasannya suara adzan itu tidak terlalu merdu. Jadi sangat-sangat sekali melecehkan agama Islam," kata Rahmat.

2 dari 3 halaman

Tanggapan Keluarga Soekarno

Sementara itu, adik Sukmawati, Guruh Soekarnoputra mengatakan puisi yang dibacakan kakaknya tidak bermasuk untuk menyerang SARA.

" (Puisi itu) Bukan untuk SARA dan sebagainya. Bukan sesuatu yang bagaimana," ujar Guruh di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Selasa, 3 April 2018

Guruh mengajak masyarakat untuk mencerna dengan baik isi puisi Sukmawati dan berlaku bijak dalam menyikapi puisi tersebut.

Diakui Guruh, puisi 'Ibu Indonesia' tersebut memang mendapat reaksi beragam dari publik. Reaksi itu dianggap persepsi yang masih bersifat subjektif.

Berikut puisi 'Ibu Indonesia'yang dibacakan Sukmawati:



3 dari 3 halaman

Berikut Isi Puisinya

Berikut isi video Sukmawati Soekarnoputri 

 Ibu Indonesia

Aku tak tahu Syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu
Rasa ciptanya sangatlah beraneka
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin laut

Lihatlah ibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat
Kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan adzan mu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada Illahi
Nafas doanya berpadu cipta
Helai demi helai benang tertenun
Lelehan demi lelehan damar mengalun
Canting menggores ayat ayat alam surgawi

Pandanglah Ibu Indonesia
Saat pandanganmu semakin pudar
Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu
Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.

Beri Komentar
Bukan Pertama Kali, Ini Deretan Kebrutalan Anjing Milik Bima Aryo