Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Komunitas Muslim Barcelona Berbuka Puasa Di Gereja Santa Anna (Aljazeera)
Dream - Spanyol masih menerapkan pengetatan aktivitas bagi warganya di tengah pandemi Covid-19. Kondisi ini tentu menyulitkan komunitas Islam di sana, yang dalam kondisi normal selalu menggelar buka puasa bersama dan sholat jemaah.
Memahami kesulitan itu, Gereja Katolik Santa Anna pun menyediakan ruangan dengan saluran udara terbuka yang bisa dimanfaatkan umat Islam untuk berbuka puasa dan mendirikan sholat jemaah.
Setiap sore, antara 50 hingga 60 muslim, kebanyakan dari mereka adalah tunawisma, mendatangi bangunan berbatu Gereja Santa Anna. Di sana, sejumlah relawan sudah siap dengan makanan berbuka puasa yang lezat.
" Kita semua sama, jika Anda Katolik atau dari agama lain dan saya Muslim, itu bukan masalah," ujar Hafid Oubrahim, 27 tahun, Muslim keturunan Berber, Maroko, yang menikmati buka puasanya di Gereja.
" Kita semua bersaudara dan kita harus saling membantu satu dengan lainnya," kata dia.
Presiden Asosiasi Wanita Maroko Catalan, Faouzia Chati, rutin menggelar pertemuan buka puasa di Barcelona. Pemberlakukan pembatasan makan di ruangan tertutup memaksa dia mencari ruangan alternatif dengan ventilasi yang baik dan memungkinkan jaga jarak.
Kesulitan Chati rupanya didengar oleh Pastur Peio Sanchez, pemimpin Gereja Katolik. Pastur Sanchez melihat pertemuan antar agama sebagai lambang koeksistensi masyarakat sipil.
" Orang-orang sangat gembira umat Islam bisa berbuka puasa di gereja, karena agama menyatukan kita, bukan memisahkan kita," kata Chati.
Pastur Sanchez memperhatikan dengan penuh khitmad pada muazin yang mengumandangkan azan di bawah pohon jeruk di halaman tengah gereja.
" Meski dengan budaya yang berbeda, bahasa yang berbeda, agama yang berbeda, kami lebih mampu duduk dan berbicara bersama," ucap Pastur Sanchez.
Sumber: Aljazeera
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya